Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Syair Abu Nawas, Trik Gus Dur Hitung Massa

TB Ardi Januar , Jurnalis-Selasa, 08 April 2008 |14:17 WIB
Syair Abu Nawas, Trik Gus Dur Hitung Massa
A
A
A

CIREBON - Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memang punya seribu satu cara untuk menutupi kelemahan pengelihatannya. Saat menghadiri kampanye pasangan cagub-cawagubJabar, Agum Gumelar dan Nu'man Abdul Hakim, Gus Dur punya trik untuk mengetahui berapa banyak massa yang hadir.

Di tengah sambutannya, Gus Dur meminta massa yang hadir untuk sama-sama menyenandungkan syair Abu Nawas, yang dipopulerkan penyanyi religius Opick.

Ajakan itu pun disambut massa pendukung yang sebagian besar mengenakan kaos dari partai-partai pendukung Agum-Nu'man. Dengan suara kompak massa yang sejak pagi memadati Lapangan Kesenden Cirebon itu melantunkan syair itu bersama Gus Dur.

"Rabbana tak pantas ku menjadi penghuni surga, tapi tak juga kuat ku dalam bara neraka. Maka perkenankan jiwa meminta ampunan atas nista. Sebab Engkau pengampun yang paling Maha."

Usai menyenandungkan syair itu, dengan santai Gus Dur mengatakan alasan dirinya meminta massa menyenandungkan syair itu.

"Saya sengaja mengajak semua menyanyi syair ini agar saya tahu berapa banyak yang datang. Kedua, saya mau ngetes, apakah warga Cirebon masih agamis," seloroh Gus Dur yang disambut gerr massa yang hadir di Lapangan Kesenden, Selasa (8/4/2008).

Dalam orasinya, Gus Dur mengajak warga Cirebon untuk memilih Agum-Nu'man karena menurutnya, kedua sosok itu bersih dari skandal maupun korpusi. Alasan lainnya menurut Gus Dur, pasangan itu telah memiliki kemampuan financial yang baik. "Jadi kalau memimpin tidak lagi memikirkan kesejahteraannya, karena dia sudah sejahtera, jadi mikirnya kesejahteraan rakyat," tutur Gus Dur.

"Gitu aja kok repot," banyol Gus Dur.

Selain di Lapangan Kasenden, rencananya Gus Dur dan rombongan akan melanjutkan kampanye di Lapagan Weru, Kabupaten Cirebon.

Kampanye ini sempat membuat Cirebon yang dikenal sebagai salah satu basis masa PDIP dan Nahdliyin itu lumpuh total. Sebab warga masyarakat banyak yang terlihat berkrumun di jalan-jalan untuk melihat ramainya iring-iringan kampanye.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement