YOGYAKARTA - Majunya sejumlah anak pejabat tinggi negara menjadi calon legislatif (caleg) pada pemilu 2009 dinilai suatu hal yang wajar. Asalkan keberadaan mereka benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dan berkualitas maka hal itu tidak menjadi soal dan tidak berbahaya bagi demokrasi.
"Saya tidak tahu apa motivasi mereka maju sebagai caleg. Asal bisa dipertanggungjawabkan dan berkualitas tak jadi soal. Jika tak dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu sesaat, tak akan berbahaya bagi demokrasi," ujar Sultan kepada wartawan di Kepatihan Yogyakarta, Senin (20/10/2008).
Sultan menegaskan, majunya mereka sebagai caleg diharapkan memberikan manfaat kepada masyarakat. Mereka pun diminta taat dengan segala prosedur yang harus dijalani untuk bisa terpilih sebagai caleg. Jika hal itu bisa, kata Sultan, maka politik dinasti akan berbahaya bagi demokrasi.
"Kalau mereka punya kapasitas biarkan saja. Kalau tidak ya nanti tentu tak akan dipilih rakyat," tegasnya.
Seperti diketahui, parpol memasang putra-putri tokoh parpol dalam jajaran calon legislatif (caleg) pada Pemilihan Umum 2009 nanti.
Mereka diantaranya Putra Nababan (PDIP) anak Panda Nababan, Putri Paundrianagari (PDIP) anak Guntur Soekarnoputra, Agus Haz (PPP) anak Hamzah Haz, Anindya Bakrie (Golkar) anak Aburizal Bakrie, Dave Laksono (Golkar) anak Agung Laksono, Maruarar Sirait (PDIP) anak Sabam Sirait, Puan Maharani (PDIP) anak Megawati Soekarno Putri.
Ada juga Muhammad Iqbal (PPP) anak Bachtiar Chamsyah, Edi Baskoro Yudhoyono (PD) anak Susilo Bambang Yudhoyono, Ahmad Hafiz Thohir (PAN) adik Hatta Radjasa, Hilman Ismail (PPP) anak (alm) Ismail Hasan Metareum, Kartika Yudisti (PPP) anak Suryadharma Ali, Hanafi Amien Rais (PAN) anak Amien Rais serta Ikrar Fatahillah (PAN) anak AM Fatwa.
(Satria Nugraha/Trijaya/teb)