SUBANG - Aksi mencatut nama seseorang untuk kepentingan kejahatan, kembali terjadi di Kabupaten Subang. Kali ini nama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subang, Yusron namanya dicatut oleh orang tak bertanggung jawab.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku staf pribadi Kajari atau Kabag TU Kejaksaan. Salah seorang pejabat yang mengaku pernah dihubungi oleh utusan Kajari itu adalah Kepala Dinas Pariwisata, Kamal Maruf.
Menurut dia, beberapa waktu lalu, dirinya dihubungi melalui telepon oleh orang yang mengaku bernama Ganjar, staf Kejari Subang. Orang tersebut kemudian mengatakan Kajari ingin berbicara soal suatu kasus. Dia kemudian memberikan nomor kontak Kajari yakni 081220291077.
"Karena ragu, saya menanyakan kepada orang dekat Kajari apakah nomor Kajari seusai dengan yang disebutkan orang itu atau tidak. Setelah dicek ternyata nomor tersebut bukan milik Kajari," ujar Kamal di Subang, Rabu (22/10/2008).
Setelah mengetahui nomor tersebut bukan milik Kajari, akhirnya Kamal tak pernah menghubungi nomor itu. Dia merasa orang tersebut akan memanfaatkan nama Kajari untuk kepentingan dirinya sendiri.
Hal senada dikatakan, salah seorang staf Dispenda, Yono. Menurut dia, dirinya pernah dihubungi oleh seseorang yang mengaku sopir Kajari bernama Agus. Orang itu kemudian memberikan nomor kontak yang sama seperti diberikan kepada Kamal. Namun Yono pun tak langsung percaya atas perintah orang itu, Dia kemudian mencari informasi tentang nomor kontak Kajari yang sebenarnya.
"Setelah tahu itu bukan nomor Kajari, saya tak lagi mempedulikan instruksi orang tersebut," kata Yono.
Di tempat terpisah, Kajari Subang Yusron S.H., membatah keras jika dirinya pernah memerintahkan anak buahnya untuk menghubungi para pejabat Subang. Dia bahkan mengaku tidak kenal terhadap orang-orang yang dihubungi penelepon gelap tersebut.
Dia juga mengatakan, Agus dan Ganjar sempat menghadap dirinya untuk melaporkan ada orang yang mencatut nama-nama bawahannya itu. "Kami tidak pernah ingin dihubungi oleh pejabat. Kalau ada kasus ya kita tindak lanjuti," ujarnya.
Dikatakan juga, nomor yang diberikan orang tak dikenal tersebut, bukan milik dirinya. Bahkan dia, mengimbau agar para pejabat tidak meladeni instruksi orang tersebut. "Sekali pun telepon itu benar dari anak buah saya yang dengan menggunakan lembaga lejaksaan, saya ingin hal itu tidak ditanggapi. Apalagi jika menyangkut soal uang," tegasnya.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.