JAKARTA - Ibu kandung model yang tewas mengenaskan di Apartemen Mediterania Setyanti Dwi Retno (24), Yuni Ardiah (52), membantah jika pembunuhan anaknya disebabkan adanya persaingan antar model. Yuni menyebut pembunuhan anaknya sebagai korban perampokan.
"Enggak. Ini perampokan. Soalnya tiga HP hilang, tas, dompet, dan empat ATM," ungkap Yuni saat ditemui di rumah duka, Jalan M Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2009).
Yuni sendiri hanya tidak bisa memberikan penjelasan mendetil mengenai dugaannya itu. Dia kemudian menuturkan kecurigaan dia atas nasib anaknya, ketika ketiga nomor hape anaknya sulit dihubungi.
"Karena saya sudah kehilangan kontak dua hari dua malam. Enggak pernah lagi dikabarin. Tiga hapenya biasanya tidak pernah mati," terangnya.
Atas kecurigaan itulah, Yuni mengaku bersama pacar anaknya mendatangi apartemen Tia, panggilan akrab anaknya. Bahkan Yuni mengaku yang berinisiatif mendobrak kamar Tia, saat mendapatkan situasi yang meresahkannya.
Yuni sendiri menutup kecurigaannya pada pacar Tia, Sony. "Pacarnya mah baik banget. Orang saya sepanjang hari ama pacarnya," tutur Yuni.
Wanita berusia setengah abad itu, kemudian menuturkan kepintaran anaknya. "Waktu SMA ikut lomba Olimpiade Fisika Matematika. Itu menang sampe final, tapi tingkat Indonesia," ungkapnya.(hri)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan