JAKARTA - Peristiwa pembunuhan Setyanti Dwi Retno, model cantik yang ditemukan tewas di kamar mandi Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, terjadi pada tanggal 9 November 2009 sekira pukul 10.30Â WIB.
Kapolres Jakarta Barat Kompol Abdul Kamil Razak lebih lanjut memaparkan kronologi pembunuhan Setyanti. Menurut dia, pelaku menghubungi korban untuk dirias untuk dijadikan satu foto di kalender. Tersangka memaksa hendak datang ke apartemen. Korban menyuruh pembantu turun ke bawah untuk menjemput tersangka. Terjadi dialog yang terekam CCTV apartemen.
Oleh pembantu tersangka lalu diantar ke atas dan menyuruh pembantu tadi untuk mengambil foto dan alat-alat di taksi. "Taksi Rosalinda warna merah hati yang kini diketahui taksi itu tidak ada. Tersangka menyuruh pembantu tersebut untuk mencari sampai ketemu," papar Kapolres.
Pada tenggang waktu tersebut, sambungnya, terjadilah pembunuhan. Kasus itu diketahui pada hari Rabu. Dari hasil CCTV diketahui pelaku sehari-hari dipanggil Fajar. "Pelaku dan korban baru kenal seminggu di sebuah salon Vany di daerah Sawah Besar. Korban selalu menjanjikan untuk dirias, namun selalu dibatalkan oleh korban," katanya.
Sebab itu, tersangka sakit hati dan datang pada saat terakhir. Selain berniat untuk merias, pelaku juga ingin meminjam uang Rp600 ribu untuk pulang kampung ke Banjarmasin. "Tapi korban tidak memberikan. 'Kata korban, Lo enggak tau malu cong, bukannya gua engak mau bantu kita kan baru kenal'," ucap Kapolres menirukan perkataan korban seperti dituturkan pelaku kepada polisi, Selasa (17/11/2009).
Karena diancam akan dibunuh, korban selanjutnya masuk ke kamar mandi mengambil timbangan badan untuk bela diri dan akan memukul si pelaku. Namun timbangan badan itu berhasil direbut oleh pelaku dan dipukulkan ke pelipis korban hingga korban terjatuh.
Saat itu korban bangun menuju ke mini bar (tempat menaruh pisau), namun pelaku mengejar korban yang selanjutnya kepala korban membentur lantai. Korban kemudian diseret ke kamar mandi dan dikunci oleh pelaku.
Setelah itu, pelaku membersihkan timbangam yang telah digunakan untuk memukul korban. Pelaku lalu kabur. Sementara barang-barang milik korban diambil, di antaranya tiga unit HP, Nokia E71, Blackberry Curve,Nokia CDMA 2505, serta dompet berisi uang Rp1.090.000. "Uang itu digunakan untuk ke Banjarmasin," pungkas Abdul Kamil.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.