getting time...

Bermasalah Emosi, Oknum Polisi Ancam Bredel Media

Ajat M Fajar - Okezone
Jum'at, 27 November 2009 14:57 wib

JAKARTA - Peristiwa tidak menyenangkan kembali harus dialami wartawan. Salah seorang wartawan media online, Sandro diancam oleh oknum polisi saat meliput prosesi pemotongan hewan kurban di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/11/2009).

Kronologisnya, seekor sapi yang mau dipotong ngamuk dan berlari. Sandro pun dengan sigap mengabadikan momen tersebut dengan kamera handphonenya. Namun tiba-tiba, seorang oknum polisi membentaknya dengan kasar. Bahkan, oknum tersebut mengancam akan membredel medianya.

"Dari mana kamu," salah seorang berperawakan tambun dengan menggunakan baju koko putih, bercelana panjang dan bertopi haji dengan nada tinggi.

"Dari Kompas.com Pak," jawab Sandro.

"Beritain yang bener ya. Saya pegang Kompas. Awas saya bredel," ancam oknum tersebut.

Tak terima dengan perlakuan oknum tersebut, Sandro bertanya kembali kepada oknum tersebut untuk mempertegas kalimat 'bredel' tadi.  "Maksud bapak tadi apa ngancam-ngancam dan mau membredel media saya," tanya Sandro.

"Kamu jangan coba-coba ancam saya. No comment tanya saja sama Ketua Panitia," jawab oknum tersebut dengan ketus dan langsung meninggalkan sang wartawan.

Tak berapa lama kemudian, sang polisi berdalih dirinya tidak mengancam Sandro. "Saya tidak mengancam, hanya mengingatkan," jawab si oknum tadi.

"Berarti kata awas dan bredel tadi itu mengingatkan ya," tanya Sandro. "Iya," jawabnya singkat.

Salah seorang anggota polisi yang melihat kejadian itu langsung menarik oknum tersebut dan tak lama oknum tersebut kembali menemui wartawan Kompas.com.

Oknum tersebut akhirnya meminta maaf kepada wartawan tersebut. "Kalau ada salah-salah kata, saya pribadi minta maaf. Situasi sedang panas, jangan diperkeruh dengan membuat berita yang jelek-jelek," kata oknum tersebut dengan nada ketus.

Menurut informasi dari Panitia Kurban, oknum polisi itu bermasalah dengan emosinya. Akhirnya mereka berdamai.(bul)

(hri)

  • arfiansyah ruslan » 0 Tanggapan
    wah... semakin banyak oknum polisi yg seenaknya ngancam. sandro... dari kebon jeruk gue dukung semangat kerja lo untuk melawan ketidakadilan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • prihatin » 0 Tanggapan
    kepada orang yang bernama "benci pers" tolong kamu ke dapur emak lu, terus kamu ambil pisau dapur, lalu kamu potong semua jari tangan dan jari kakimu...sok belagu bela polisi bejat. jangan2 itu polisi yg punya emosi gila itu bapak lo lagi...pantesan. like father like son
    Beri Tanggapan Laporkan
  • jeo » 0 Tanggapan
    jgn mentang2 polisi omongan harus di jaga
    Beri Tanggapan Laporkan
  • prihatin » 0 Tanggapan
    sudah gak aneh polisi punya kelakuan begitu...mentang2 punya pistol dan punya kuasa untuk nangkap orang (meskipun orang yg ditangkap kadang belum tentu bersalah) lagaknya udah kayak penjahat. maka-nya kalau rekrut anggota polisi baru, harus yg benar-benar berhati tulus & berjiwa satria. bukan hanya asal (comot) ...asal punya duit,asal bisa bikin oknum polisi senang,asal bisa cari muka,asal bisa bayar lebih. Jadinya yah.... orang yang berhati iblis, berjiwa culas, dan berperangai setan banyak bertebaran di kepolisian RI. tapi saya yakin kok, didalam institusi polri sendiri masih banyak polisi-polisi baik dan berjiwa tulus. hanya sayangnya kebaikan dan ketulusan mereka tertutupi oleh oknum-oknum polisi berjiwa culas. tak lupa saya sampaikan sikap penuh hormat dan salut saya kepada para polisi yang baik. terus pertahankan kebaikan kalian, jangan terpengaruh yang jahat demi tercapainya polisi yang dicintai rakyat. wassalam !
    Beri Tanggapan Laporkan
  • adrian » 0 Tanggapan
    kalau ada yang ngelawan dibilang melawan polisi tapi kalau polisi salah dibilang oknum.....ala mak
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.