ilustrasi(foto:dok okezone)
SEMARANG - Akhir-akhir ini kasus curanmor di wilayah Polwiltabes Semarang semakin sering terungkap. Namun ternyata kasus curanmor justru semakin mengalami peningkatan.
"Peningkatan mencapai sepuluh persen. Tiap bulan rata-rata terjadi tujuh hingga delapan kasus di wilayah Polwiltabes Semarang," jelas Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang, AKBP Roy Hardi Siahaan SIK SH MH di Mapolwiltabes Semarang, Minggu (29/11/2009).
Sindikat curanmor terlihat sangat rapi saat beroperasi. Mereka juga terkesan terorganisir. Setiap anggota memiliki peranan khusus. Ada yang bertugas mengambil, menyimpan, menjual, sampai yang mencari calon pembeli. Jaringan penjualan barang curian pun dideteksi hingga luar pulau jawa.
Dua sindikat yang berhasil diberangus Polwiltabes Semarang dalam sebulan ini menghasilkan 40 sepeda motor curian. Dari kelompok Radek yang dibekuk pertengahan Oktober lalu, polisi mendapatkan 30 motor sebagai barang bukti. Sedangkan dari tangan Muradi alias Bogel yang diringkus beberapa hari yang lalu, sepuluh motor berhasil diamankan.
Tersangka mengaku motor dijual ke penadah di kota Pati, Blora dan Kudus dengan harga rata-rata Rp2,5 juta hingga Rp 3 juta.
Mereka pun tergolong piawai dalam memetik barang curian dengan menggunakan kunci letter T. Mereka hanya perlu waktu kurang dari 10 detik dan dalam sehari rata-rata beraksi dua hingga tiga kali.
(fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan