Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ratusan Warga Mentawai Nginap di Kantor Bupati

Rus Akbar , Jurnalis-Rabu, 16 Desember 2009 |02:01 WIB
Ratusan Warga Mentawai Nginap di Kantor Bupati
Dok. Koran Seputar Indonesia
A
A
A

PADANG - Akibat belum cairnya dana rekontruksi gempa pada September 2007 membuat warga Mentawai gerah, mereka menuntut bupati Mentawai Edison Saleleubaja mencairkan dana rekontruksi tersebut.
Aksi demo tersebut dilakukan sejak kemarin di jalam KM 4 Tuapeijat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Hingga tadi malam, mereka masih melakukan aksi di halaman kantor Bupati Mentawai. Ratusan warga itu datang dari berbagai desa di Mentawai, di antaranya Desa Tuapeijat, Betu Monga, dan Sipora Utara.
 
Menurut laporan warga bernama Rapot (37), yang menyaksikan aksi tersebut, Bupati Mentawai sempat menyepakati untuk mencairkan dana pada awal tahun 2010, namun warga menolak tawaran tersebut. Akibat tidak diterima tawaran itu, warga memilih bertahan dan menginap di Kantor Bupati Mentawai.
 
†Hingga malam ini massa semakin bertambah. Ratusan orang dari dua desa kembali datang dengan kapal antar pulau dari Desa Sioban dan Desa Sikakap. Akibat banyaknya warga, Bupati tidak bisa keluar dari kantornya. Dia diselamatkan dengan mobil Kodim yang dijaga ketat aparat,� katanya kepada okezone, Selasa (15/12/2009).
 
Hingga saat ini, okezone belum berhasil menghubungi Kapolres Mentawai AKBP Teguh Trisasangko dan Bupati Mentawai. Dana rekontruksi tersebut sebenarnya sudah ada sebanyak Rp31 miliyar, namun tak kunjung dicairkan. Padahal Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah menjanjikan akan dicairkan pada awal Desember ini.

(TB Ardi Januar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement