PAMEKASAN – Satu di antara dua pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), dalam kasus pabrik bahan peledak di Desa Kartagena Dajah, Kadur, Pamekasan, menyerahkan diri ke Mapolwil Madura, kemarin. Sementara, satu pelaku lagi masih dinyatakan buron.
Pelaku yang menyerahkan diri adalah Hosen (50), yang tidak lain adalah pemilik pabrik handak yang akan dibuat bondet. Saat menyerahkan diri, pelaku yang mengenakan kemeja biru, didampingi oleh salah satu tokoh Desa Kartagena Dajah, serta dibawah kawalan petugas Polwil Madura.
Tanpa borgol dan baju tahanan, Hosen langsung digiring ke ruang penyidik, oleh petugas piket Polwil Madura. Sayang, pemeriksaan terhadap pria yang sudah ditetapkan jadi tersangka tersebut berlangsung tertutup bagi kalangan wartawan. Untuk mengambil gambar saja, terpaksa melalui celah pintu dan jendela.
Kasubbag Reskrim Polwil Madura Kompol Suyoto menyatakan, upaya penyerahan diri Hosen, tidak lepas dari kerjasama aparat desa dan masyarakat setempat, yang memberi masukan dan pengertian tersangka. Sehingga, pelaku yang awalnya ngotot untuk kabur, akhirnya luluh dan mau menyerahkan diri.
“Sekarang tinggal satu yang belum tertangkap. Kita tunggu hasil pemeriksaan, apakah (Lutfi) terkait dengan kasus tersebut atau tidak,” katanya, Rabu (23/12/2009).
Dari hasil pemeriksaan sementara, Hosen mengakui kalau pabrik tersebut adalah miliknya. Namun, untuk bahan baku mengaku diperoleh dari seseorang yang berinisial BS, warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan.
Pelaku menjelaskan, seluruh handak yang ada yakni meliputi 15 karung belerang dibeli dengan harga sekitar Rp2.800.000, potasium sekitar enam sak dibeli senilai Rp3,5 juta. Sementara untuk bahan dasarnya berupa brown, juga dibeli seharga Rp2.400.000 per drum.
“Ya pak, semua itu saya beli dengan uang sendiri. Untuk yang sudah jadi (handak), dijual ke masyarakat,” ujarnya dihadapan penyidik.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.