getting time...

UN Tak Jadi Standar Utama Kelulusan

Rizka Diputra - Okezone
Rabu, 27 Januari 2010 13:41 wib
Siswa yang sedang mengikuti ujian. (Foto: Koran SI)
Siswa yang sedang mengikuti ujian. (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Setelah menjadi polemik, Kementrian Pendidikan Nasional menetapkan Ujian Nasional (UN) tidak lagi menjadi satu-satunya standar kelulusan bagi siswa.

Hal ini ditegaskan Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, saat ditemui di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (27/1/2010).

M Nuh memaparkan kelulusan siswa ditentukan atas empat faktor. Pertama, siswa telah merampungkan seluruh program studinya. Kedua, siswa telah lulus mata pelajaran yang terkait akhlak, moral, dan etika.

Ketiga, siswa telah lulus mata pelajaran yang diujikan di sekolahnya sendiri. Keempat, siswa yang bersangkutan telah lulus mata pelajaran yang diujikan di UN.

"Kriteria kelulusannya, apabila nilai itu rata-rata 5,5 dan boleh ada angka 4. Itu standar batas nilai," tambah mantan Rektor Institut Teknologi 10 November Surabaya ini.

Lebih lanjut dipastikannya, UN tetap akan digelar pada tahun ini. Namun dengan catatan adanya peningkatan kualitas pelaksanaan, seperti sistem pengawasan, penggandaan, distribusi, hari pelaksanaan UN, serta hasil evaluasi.

Dengan adanya kebijakan ini, Nuh berharap, siswa dan orangtua tidak lagi khawatir. Saat ini yang terpenting, guru, dan orangtua, mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi UN dengan baik tahun ini.

"Janganlah UN ini menjadi phobia bagi para siswa, yang penting siswa tetap fokus dan benar-benar belajar untuk menghadapi ujian nasional. Jangan takut," tegasnya.
(hri)

  • aulia » 0 Tanggapan
    UN???? lebih baik di hapuskan aja deh,,,, dari pada bikin repot siswa terutama. guru juga orang tua Ayo lh pak, kita dame aja,,, tahun depan UN di hapuskan.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ali agustam » 0 Tanggapan
    UN hampir tidak ada manfaatnya, dan mudaharatnya pasti banyak
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Wawan Sulaiman » 0 Tanggapan
    menurut saya, kebijakan itu sudah baik. namun, disini saya hanya ngin memberi sedikit usulan bagaimana jika 4 standar kelulusan Pelajar itu memakai sistim proporsional tidak hanya membagi sama ratakan saja supaya Penyalenggataan UN ini tidak mubazir lah istilahnya. mungkin 40% UN baik menurut saya dan yang lainnya masing-masing 10%,25% dan 25%. -terima kasih :)
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Siti Rohana » 0 Tanggapan
    walau demikian, semoga semangat belajar siswa tetap ditingkatkan, jangan santai karena sudah pasti lulus
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wahyono » 0 Tanggapan
    Sebaiknya UAN dihapus dan dikembalikan seperti sistem kurikulum tempo dulu dimana siswa harus menguasai dan lulus pada semua mata pelajaran.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.