BANDUNG - Kerugian yang diderita PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung akibat banjir mencapai ratusan juta rupiah. Hal tersebut diungkapkan Kabag Humas dan Hukum PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Dadang Supriadi, belum lama ini.
Menurut Dadang, setiap hari, pihaknya mendapat keuntungan Rp100 juta dari pelanggan. Dengan terhentinya pasokan ke pelanggan, kata dia, jelas PDAM Tirta Raharja jelas mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
”Tapi biar bagaimana pun kami meminta maaf kepada pelanggan karena untuk sementara belum bisa melayani kebutuhan air bersih untuk pelanggan akibat banjir ini,” ujar Dadang.
Hingga saat ini, kata Dadang, pihaknya masih berupaya memperbaiki sarana yang rusak sambil menunggu banjir yang merendam instalasi surut. Untuk sementara, lanjut Dadang, pelanggan bisa memanfaatkan truk-truk air bersih dari PDAM dimobilisasi dan standby di sekitar kawasan banjir.
Banjir yang menerjang Kabupaten Bandung nyaris membuat seluruh jaringan penyediaan air bersih dari PDAM Tirta Raharja lumpuh total. Sedikitnya, 12 dari 31 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung tidak mendapat pasokan air sejak banjir melanda Kabupaten Bandung.
Gangguan pelayanan terjadi akibat putusnya pipa transmisi berdiameter 400 milimeter di Desa Cikoneng Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Pipa tersebut, kata dia, tidak mampu menahan derasnya arus banjir luapan Sungai Citarum.
(TB Ardi Januar)