KUDUS - Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berunjuk rasa menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia.
Aksi yang dilakukan belasan aktivis HTI di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus tersebut berlangsung aman dan tertib. Sejumlah anak-anak terlihat ikut serta dalam aksi tersebut.
Koordinator aksi Agung Dwi Nurcahyo, mengatakan Obama tidak pantas datang ke Indonesia yang sebagian besar berpenduduk muslim. Menurutnya, Obama telah memusuhi umat Islam dengan melakukan tindakan brutal di sejumlah negara seperti Irak, Afganistan, dan perbatasan Pakistan-Afganistan.
”Serangan terhadap satu negara Islam hakikatnya adalah serangan terhadap seluruh umat Islam. Dalam pandangan syariat Islam, AS sekarang ini termasuk negara yang dalam status memerangi umat Islam,” tegas Agung.
Penolakan ini juga didasarkan bahwa kunjungan Obama ke Indonesia tidak lain untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS. Banyak perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di Indonesia, sehingga dengan diberlakukannya ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA), maka Obama khawatir dengan kelangsungan hidup perusahaan-perusahaan AS di sini.
HTI menyadari jika Obama pernah menghabiskan masa kecil di Jakarta. Presiden ke-44 AS itu juga lahir dari ayah seorang muslim. Meski demikian, hal ini tidak dapat dijadikan dasar untuk mengistimewakan dirinya. Penilaian terhadap Obama harus didasarkan pada apa yang dilakukan saat ini selama menjabat sebagai Presiden AS.
”Jangankan sekadar pernah tinggal di Indonesia atau karena nenek moyangnya Islam, jika tangannya berlumuran darah membunuh orang banyak, tetap harus dihukum,” ucapnya.
Sementara, juru bicara HTI M Ismail Yusanto menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk sungguh-sungguh berjuang mewujudkan kehidupan Islami.
”Dalam sistem sekuler dengan penguasa yang tidak amanah seperti sekarang ini, umat Islam dan negara-negara muslim akan terus dilecehkan, dihisap, dan dihancurkan negara kafir penjajah,” katanya.
(Sundoyo Hardi/Koran SI/ton)