tragedi sukhoi

Aktivitas di Koja Sudah Pulih

Rizka Diputra - Okezone
Minggu, 18 April 2010 10:24 wib
Bangkai Kendaraan yang dibakar Massa (Heru/okezone)
Bangkai Kendaraan yang dibakar Massa (Heru/okezone)

JAKARTA - Operasionalisasi di Pelabuhan Tanjung Priuk sudah pulih pascabentrokan berdarah antara massa pendukung makam keramat Mbah Priok dengan petugas Satpol PP.
 
Bangkai mobil dinas satpol PP yang dibakar massa sudah dibersihkan di sekitar Jalan Jampea menuju komplek makam yang tepat berada di dalam kawasan pelabuhan tersebut.

Dari pantauan okezone, Minggu (18/4/2010), jalanan di sekitarnya juga sudah dibersihkan dari ceceran arang bekas mobil terbakar. Sementara situasi arus lalu lintas terpantau rame lancar, meski tidak sepadat hari kerja. Mobil kontainer terlihat keluar masuk area pelabuhan.

Bentrok antara Satpol PP dengan massa kontra penggusuran makam Mbah Priok pada Rabu, 14 April lalu, tak mempengaruhi tingkat kunjungan ke pusara keturunan Nabi Muhammad SAW itu. Makam Mbah Priok, tetap dikunjungi para pejiarah, meski belum terlihat banyak. Hanya sejumlah orang tampak khusyuk berdizikir di depan makam.

Sekadar diketahui, bentrok Koja, Tanjung Priuk, dipicu aksi warga dan ahli waris menentang rencana pembongkaran areal makam di Jalan Dobo, Jakarta Utara. Ahli waris protes lantaran mereka mengklaim kepemilikan tanah di lokasi tersebut dengan mendasarkan pada Eigendom Verponding no 4341 dan No 1780 di lahan seluas 5, 4 Ha.

Namun Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 5 Juni 2002 telah memutuskan tanah tersebut secara sah adalah milik PT Pelindo II. Merasa berhak atas lahan tersebut, Pelindo kemudian meminta bantuan Pemprov DKI untuk mengeksekusi lahan.

Dalam mediasi di Komnas HAM, Pelindo diminta menyelesaikan master plan makam Mbah Priok hingga 30 April. Setelah itu, tim pengawas kasus ini kemudian mengkajinya dan melakukan pertemuan lanjutan pada 4 Juni mendatang.
(ram)