PACITAN – Selain organisasi masyarakat (Ormas), mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Pacitan juga menolak pencalonan Julia Perez alias Jupe sebagai calon wakil bupati.
Aktifis HMI Pacitan menggelar aksi long march menuju depan Kantor Bupati Pacitan dan DPRD Pacitan. Mereka menilai calon pemimpin Pacitan ke depan harus bisa memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat dan bisa memajukan Pacitan dari segi ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Menurut Koordinator aksi, Nurrodhi, pihaknya mengajukan beberapa kriteria yang harus dipenuhi calon bupati atau calon wakil bupati mendatang. Yakni, harus merakyat, mengelola birokrasi/pemerintahan daerah dengan baik, dan memiliki jaringan kuat untuk mendatangkan investor. “Selain itu, dia memiliki kredibilitas yang baik,” ujarnya, Rabu (21/4/2010).
Mahasiswa juga menuntut agar seorang calon bupati atau wakil bupati harus memiliki jejak karir yang baik dan mendukung pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. “Selain itu, dia tidak cacat moral dan sosial serta jujur, santun, sederhana, dan berwibawa. "Kami memberikan wawasan ini untuk masyarakat agar tidak salah pilih,” ujar Nurrodhi.
Menanggapi aspirasi mahasiswa ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Gagarin, menyatakan sepakat dengan syarat yang diajukan mahasiswa. “Seorang calon pemimpin tidak hanya mendengar dan melihat dari jarak jauh. Dia harus dekat dengan masyarakatnya. Bisa dibayangkan jika Pacitan dipimpin oleh seseorang yang tidak mengenal Pacitan dan bahkan tidak dikenal warga Pacitan,” ujar Gagarin.
Dia mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan manuver pihak-pihak tertentu dalam mengusung bakal calon menjelang pemilihan kepala dan wakil kepala daerah (pilkada) Pacitan yang dimulai pada September mendatang.
Dia juga menyinggung kontroversi pencalonan Jupe meski masih di internal partai. “Pernahkah Jupe ke sini? Apakah dia tahu berapa jumlah kecamatan dan desa di Pacitan? Kalau pun tahu, itu hanya akhir-akhir ini saja,” ujarnya.
Setelah menyampaikan aspirasinya, mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Mahasiswa berjanji akan menggalang aksi lebih luas untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat agar tidak salah pilih dalam pilkada di kampung halaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.