DENPASAR - Korban gigitan anjing rabies terus berjatuhan, terakhir menimpa Kadek Witarsa Rempi (21), seorang mahasiswa, akhirnya tewas di RSUP Sanglah, Denpasar.
Korban yang tinggal di banjar Dinas Tumbu Kelem, Kabupaten Karangasem, tewas pada Kamis sore, pukul 14.05 Wita. Korban dilarikan ke rumah sakit Sanglah Kamis dinihari tadi pukul 00.45 Wita. Korban sempat dirawat di ruang Nusa Indah, namun nyawa mahasiswa semester 6 itu tidak bisa diselamatkan.
Menurut ayah korban, Komang Rempi, anaknya digigit kecil sekira tiga bulan lalu. "Sempat saya bawa ke Puskesmas, namun kemarin dia mengeluh sakit sesak nafas dan flu," terang Rempi ditemui di rumah sakit, Kamis (3/6/2010).
Dia pun membawa anaknya ke RSUD Karangasem, dan dikatakan jika korban terduga rabies.Pihak rumah sakit menyarankan agar dibawa ke Sanglah, karena vaksin anti rabies habis. Kondisi korban, yang mahasiwa Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Keguruan, STKIP Karangasem,Bali terus menurun.
"Dokter bilang korban Diperkirakan rabies, sampai disini dibilang, obatnya tidak ada. Anak saya cuma dikasih infus saja," sesalnya. Hingga tadi pihak keluarga terus menyesalkan lambatnya penanganan pihak rumah sakit sehingga korban tewas.
"Kalau tahu begini, tidak ada obat di rumah sakit, lebih baik tidak saya bawa ke sini, apa karena saya orang miskin tidak mau merawat anak saya," kata Rempi yang terus menangis.
Salah seorang kerabat korban bahkan sampai melempar tas bawaan ke arah kamerawan sebuah TV yang terus mengambil gambarnya.
(teb)