JAKARTA - Lolosnya pembahasan dana aspirasi sebesar Rp15 miliar untuk daerah pemilihan ke Badan Anggaran DPR disesalkan berbagai pihak. Partai Amanat Nasional mengimbau agar partai-partai penolak dana tersebut untuk konsisten.
“Saya meminta partai-partai yang sejak awal menolak usulan dana aspirasi untuk tetap bersikap konsisten dengan posisi mereka, dan secara tegas menolak usulan ini dalam Rapat Paripurna DPR pada 18 Juni nanti,” kata ketua DPP PAN Bara Hasibuan dalam rilis yang diterima okezone di Jakarta, Rabu (16/6/2010).
Dia menilai, usulan tersebut sudah melampaui kewenangan anggota dewan sebagai pengawas kebijakan eksekutif.
“Jika PG ngotot terus mengusulkan dana aspirasi tersebut di luar koordinasi dengan Setgab, berarti partai tersebut tidak memilik political will untuk terlibat dan berpartisipasi dalam koalisi,” tulisnya.
Apalagi, lanjutnya, Ketua Umum PG adalah Ketua Harian Setgab. Seakan langkah PG tersebut memberikan pembenaran untuk partai-partai lain mengambil langkah yang sama. “Koalisi ini tidak akan pernah efektif untuk mendukung pemerintahan,” kata Bara.
“Langkah PG ini memang merusak koalisi karena tidak melalui mekanisme, bahkan melangkahi Setgab ditambah dengan usulan yang bisa mencederai kebijakan keuangan. Ini bisa menyebabkan koalisi pecah. Akan tetapi untuk menjaga pemerintahan tetap bisa melayani rakyat, ada baiknya PG saja yang mundur dari koalisi,” tambahnya.
Sebelumnya, anggota Fraksi Partai Golkar Bambang Susatyo menjelaskan, usulan penggelontoran dana Rp15 miliar sudah lolos dari Banggar DPR. Kini nasib dana aspirasi ini tinggal di rapat paripurna.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.