JAKARTA - Meskipun anggota dewan sudah menyatakan untuk tidak lagi membahas dana aspirasi, namun Ketua Badan Anggaran Harry Azhar Azis mengaku siap untuk memperjuangkannya.
Menurutnya, usulan dana aspirasi kepada daerah tersebut memang diperlukan sebagai bentuk keadilan dan kesejahteraan kepada masyarakat di setiap daerah.
"Soal dana aspirasi, kalau ditanya secara pribadi saya akan perjuangkan terus dan ini bukan soal dana dan uang DPR," ujarnya saat Diskusi Urgensi Penerapan Ekonomi Pancasila ditengah Hantaman Ekonomi Global, di Megawati Institute, Jalan Proklamasi, Jakarta, Rabu (30/6/2010).
Saat ini, lanjutnya, aliran dana keseluruh wilayah di Indonesia melalui DPR atau pemerintah mulai terganggu, sehingga menimbulkan keresahan di sejumlah daerah.
Puncaknya, banyak daerah yang merasa tidak puas melakukan ancaman untuk memisahkan diri dari NKRI. Mereka merasa kesejahteraan daerahnya tidak diperhatikan oleh pemerintah.
"Pernah seorang Gubernur datang ke saya dan bilang, apakah daerahnya harus seperti Aceh atau Papua dahulu untuk memperoleh perhatian pemerintah," jelasnya.
Untuk itulah dia beranggapan bahwa masalah dana aspirasi tersebut harus serius diperhatikan pemerintah untuk penyetaraan pembangunan, sehingga tidak hanya terkonsentrasi di pulau Jawa saja. Dia beranggapan bahwa sistem penyaluran dana kepada daerah harus diperbaiki.
"Apakah pola itu akan terus kita lakukan, kalau enggak kita perbaiki sistimnya. Sekarang kita masih mencari polanya yang tepat seperti apa," tandasnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.