BANDUNG - Ratusan aktivis Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) berunjukrasa di depan pintu gerbang Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung, Senin (26/7/2010).
Mereka menuntut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tutun dari jabatannya karena dinilai banyak mengeluarkan kebijakan yang tidak prorakyat dan janggal.
Massa tiba di depan pintu gerbang Gedung Sate sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka langsung berorasi mengecam kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat. Salah satunya terkait perekrutan 12 tenaga ahli gubernur ilegal yang disampaikan salah satu LSM beberapa waktu lalu.
Gubernur Jawa Barat mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sangat bertentangan dengan janji-janjinya saat masa kampanye sebelum jadi gubernur. “Jumlah pengangguran di Jawa Barat masih tinggi, sementara saat kampanye, gubernur berjanji akan memberantas pengangguran di Jawa Barat,” kata Ketua Umum GMBI Jabar M Fauzan Rahman, kepada wartawan di sela aksi.
Ia kemudian mencontohkan kebijakan perekrutan tenaga ahli yang disoroti sebuah LSM beberapa waktu lalu. Menurut dia, kebijakan itu sangat tidak jelas dan tidak prorakyat.
“Jangankan tenaga ahlinya, gubernurnya juga kita tuntut mundur dari jabatannya. Dari dulu juga kita tak pernah mengakui gubernur. Secara de jure, Gubernur Jabar memang Ahmad Heryawan, tapi secara de facto, kita tidak pernah mengakuinya,” kata Fauzan.
Sekitar 20 perwakilan massa kemudian diterima di Komisi A DPRD Jabar. Sebagian lainnya berada di luar pagar Gedung Sate. Aksi massa GMBI tersebut dikawal oleh sekitar 400 aparat kepolisian.
(teb)