Ridwan Kamil Minta Pemda Optimalkan Sumber Dana Non-APBD

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Senin 12 April 2021 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 525 2393437 ridwan-kamil-minta-pemda-optimalkan-sumber-dana-non-apbd-Zoogmxrasz.jpg Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (foto: ist)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) di Provinsi Jabar mengoptimalkan sumber pendanaan pembangunan di luar APBD.

Permintaan tersebut disampaikan Ridwan Kamil di sela kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar Tahun 2021 di The Trans Luxury Hotel Bandung, Kota Bandung, Senin 12 April 2021.

Baca juga: Peringati Gerakan Earth Hour, Ridwan Kamil: Simbol Bijak Gunakan Energi

Dalam kegiatan yang juga digelar secara virtual tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyatakan, pembangunan seluruh daerah di Jabar tahun 2022 masih bertemakan pemulihan ekonomi.

"Semua aspirasi sudah didengar. Tahun 2022 temanya tetap tentang pemulihan seiring dengan yang dilakukan pemerintah pusat. (Pandemi) COVID-19 ini dampaknya masih panjang, sehingga fokus pada pemulihan menjadi tema besarnya," tutur Kang Emil.

Baca juga:  Ridwan Kamil Sebut Lembaga Penyiaran Berperan Penting dalam Penanganan Covid-19

"Oleh karenanya, saya titipkan tadi, urusan aspirasi membangun ini jangan hanya mengandalkan APBD, tadi delapan pintu sudah saya tunjukan," lanjut Kang Emil menegaskan.

Dia memaparkan, delapan pintu sumber pendanaan selain APBD, di antaranya APBN, CSR, dana umat maupun obligasi daerah. Kalau hanya mengandalkan APBD, kata Kang Emil, akselerasi pembangunan tidak akan maksimal.

Dia mencontohkan salah satu pembangunan tanpa dana APBD tahun ini, yakni pembangunan fasilitas kesehatan yang bakal segera dimulai.

Menurutnya, proses dan mekanisme pembiayaan serta teknis pembiayaan seperti itu bisa diterjemahkan ke bidang lain, seperti membangun sekolah, jembatan, mengaspal jalan.

"Kemudian, soal pariwisata, Pak Menteri menyampaikan kita fokus pada pariwisata lokal, penguatan akses, promosi, dan lain lain. Kemudian indeks- indeks kita bersepakat dengan Bappenas agar realistis tapi tetap dalam suasana yang optimis," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini