Komitmen Golkar Rendah Dalam Perdamaian Aceh

Salman Mardira - Okezone
Rabu, 28 Juli 2010 23:08 wib
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Ilustrasi (Foto: Reuters)

BANDA ACEH - Social Institute for Community Development (SICD) meneliti komitmen partai politik (parpol) dalam mendukung perdamaian di Aceh itu yang hampir berjalan lima tahun.
 
Hasilnya, Partai Golkar menduduki peringkat terendah dalam menunjukkan komitmennya.
 
Penilitian dilakukan melalui survei terhadap sebelas parpol (sembilan parpol nasional dan dua parpol lokal) yang menguasai 69 kursi di parlemen Aceh, periode 2009-2014.
 
"Survei berlangsung dari bulan Maret hingga April 2010," kata Direktur SICD Teuku Zukhradi di Hotel Grand Nangroe, Banda Aceh, Rabu (28/7/2010).
 
Survei tersebut, kata dia, dilakukan dengan menjelaskan bahwa perdamaian Aceh yang berkelanjutan membutuhkan dua aspek, perdamaian negatif dan positif.
 
Perdamaian negatif menggambarkan terpeliharanya suasana tanpa konflik kekerasan. Sementara perdamaian positif yaitu terpenuhinya kesejahteraan dan keadilan rakyat, melalui reformasi kelembagaan, transparansi, dan partisipasi publik.
 
Hasilnya, semua parpol komit 100 persen di perdamaian negatif.  "Artinya menolak konflik kekerasan kembali lagi di Aceh," sebut Zukhradi.
 
Sedangkan hasil penilitian komitmen parpol di perdamaian positif, Golkar menduduki rangking terendah yaitu 55 persen. Kemudian Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Aceh, Partai Demokrat masing-masing menunjukkan 80 persen komitmennya.
 
Sementara Partai Keadilan Sosial (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) berkomitmen 90 persen dalam mendukung perdamaian positif. Partai Patriot, 95 persen dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Daulat Aceh serta PKPI berkomitmen 100 persen.
 
Tommi Legowo dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indoenesia (Formapi) menyatakan, hasil penilitian itu mengindikasikan perlu ada peningkatan kapasitas parpol di Aceh, terutama terhadap reformasi lembaganya.

(lam)