Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hadapi Indonesia, Malaysia Dibantu Inggris & Australia?

TB Ardi Januar , Jurnalis-Rabu, 01 September 2010 |12:09 WIB
Hadapi Indonesia, Malaysia Dibantu Inggris & Australia?
Dokumentasi Seputar Indonesia
A
A
A

JAKARTA – Hubungan kenegaraan antara Indonesia dan Malaysia saat ini sedang tidak harmonis. Kecaman demi kecaman terus dilontarkan kedua pihak.
 
Berdasarkan info yang beredar, jika Indonesia akhirnya menyatakan perang terhadap Malaysia, beberapa negara seperti Inggris dan Australia akan membela Malaysia. Sebab, selama ini Malaysia tergabung dalam Five Power Defense Agreement (FPDA).
 
FPDA adalah aliansi lima negara antara lain Malaysia, Australia, Inggris, Selandia Baru, dan Singapura. Dalam draf perjanjian kelima Negara tersebut, kabarnya tertuang perjanjian pertahanan bersama. Jadi, jika satu dari lima negara tersebut mengalami serangan, maka hal tersebut berlaku juga bagi anggota FPDA lainnya.
 
Tak hanya sampai di situ, jika memang hal terburuk Indonesia harus berhadapan dengan anggota FPDA, maka Indonesia juga akan berhadapan dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO). Sebab, perjanjian semacam itu juga terjadi di NATO. Dan Inggris sebagai salah satu anggota NATO.
 
Artinya, jika memang Indonesia berperang dengan Malaysia, maka ada kemungkinan Indonesia juga akan berhadapan dengan negara-negara FPDA dan NATO.
 
“Isu ini memang mudah dikait-kaitkan dengan hal apapun. Saya pikir, negara-negara tersebut akan tetap mengedepankan diplomasi, jika berhadapan dengan Indonesia. Karena, Indonesia adalah pusatnya ASEAN,” ujar Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia Syamsul Hadi, saat dikonfirmasi, Rabu (1/9/2010).
 
Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Malaysia adalah Negeri Serumpun yang kerap bersitegang. Terakhir, ketegangan terjadi saat Malaysia menangkap dan dikabarkan menyiksa tiga petugas kelautan Indonesia. Hal ini langsung mengundang reaksi keras dari berbagai pihak.
 
Hampir setiap hari, Kedubes Malaysia menjadi sasaran demonstrasi. Mereka menuntut Malaysia meminta maaf atas penangkapan tersebut. Sayang, tuntutan masyarakat Indonesia tersebut tidak digubris, tetapi justru berbalik kecaman dari pemerintah Malaysia.

(TB Ardi Januar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement