PERBAUNGAN- Insiden maut antara kereta api (KA) penumpang bisnis jurusan Rantau Prapat Medan dan KA gerbong Medan- Rantau Prapat nyaris saja menodai kemeriahan H-2 Idul Fitri 1413 H.
Ironisnya, aksi saling serempet si ular baja yang terjadi sekira pukul 13:15 WIB di Jalan Deli, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, persisnya Kilometer 38 itu berada di posisi peralihan rel jalur 1 dan jalur 2 atau wessel stasiun Kota Perbaungan.
Untung saja, meski sempat mengancam keselamatan ribuan penumpang KA yang hendak menuju Medan, namun insiden maut itu tak mengambil korban jiwa. Dari informasi yang dikumpulkan, 6 penumpang mengalami cidera. Satu di antaranya luka berat. Yakni, Supardi Rianto (38) warga Aek Nabara mengalami luka berat hingga harus dilarikan ke RS Adam Malik, Medan.
Sedangkan luka ringan dialami Hartini Purwanti (30) dan anaknya Dipta (2). Keduanya dievakuasi ke RSU Sawit Indah, di Jalan T Rizal Nurdin, Kecamatan Perbaungan.
Korban lainnya, Faksi Khotifah (46) serta kedua anaknya masing-masing Baja Pratama (8) dan Permata Lestari (10) dilarikan ke RSU Melati. Dari pengamatan, terlihat jelas 5 dari 12 peron penumpang terdiri dari 8 bisnis-2AC-1 restoran yang ditarik 2 lokomotif masing-masing bernomor BB 30324 dan BB 30333 tersebut di jalur 2 mengalami kerusakan.
Goresan memanjang di dinding peron mulai terlihat dari peron ke 3-4-5-6-7. Malah dinding 2 peron yakni ke 6 dan 7 terkelupas habis hingga menampakkan bangku penumpang. Di peron inilah seluruh penumpang yang cidera setelah diserempet moncong lokomotif BB 30323 yang menarik 18 gerbong CPO dari jalur 1.
Sedangkan lokomotif gerbong itupun terjungkal dari jalur rel, dan terjerembab ke tanah, sementara gerbong CPO yang berada persis dibelakangnya hingga ke-18 gerbong masih aman dijalurnya.
Menurut Risman, (50), warga sekitar kuatnya hantaman ular baja itu terdengar seperti ledakan hebat. Ledakannya macam bom. Saya kira loko KA itu meledak, bebernya.
Begitu mendengar dentuman keras, Risman yang rumahnya berada persis di depan jalur rel peralihan bersama warga lainnya langsung berhamburan ke lokasi. Begitu juga dengan petugas PJKA dan polisi yang bersiaga di Stasiun Kota Perbaungan yang hanya berjarak 300 meter dari lokasi kejadian. Mereka segera menolong penumpang, terutama yang mengalami cidera.
Sedangkan yang selamat langsung dievakuasi ke stasiun. Sayangnya, petugas PJKA yang berkumpul ramai di stasiun enggan memberi komentar apapun. Namun, B Ramadan Nasution salah satu petugas yang ditemui menyatakan insiden ini diakibatkan jalur rel anjlok.
Dia pun menolak berkomentar mengenai aksi yang terjadi di rel peralihan Stasiun. Petugas yang mengaku baru diterjunkan dari stasiun Kota Medan inipun meminta agar penjelasan diminta dari humas PJKA divre Sumut.
Sekira pukul 16:10 WIB, seluruh penumpang yang sempat dievakuasi sementara di Stasiun KA Perbaungan kembali diberangkatkan ke arah Kota Medan.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.