Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kashmir Dipastikan Bunuh Diri karena Stres

K. Yudha Wirakusuma , Jurnalis-Kamis, 09 September 2010 |20:13 WIB
Kashmir Dipastikan Bunuh Diri karena Stres
Ilustrasi pengamanan. (Foto: Heru Haryono/okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kashmir bin Yeti Mumun (19) warga yang tewas bunuh diri di tahanan Polsek Buol, Sulawesi Tengah, disinyalir Mabes Polri karena korban stres menabrak anggota polisi.

"Ternyata ada informasi berkembang, bahwa ada keluarga ngomong, kalau yang ditabrak adalah polisi, dan dia kritis. Tapi ini perlu dikonfirmasi," ucap Kadivhumas Brigjen Pol Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo No 1, Jakarta Selatan, Kamis (9/9/2010).

Lebih lanjut jendral bintang satu ini mengatakan, hasil visum korban dipastikan oleh kakaknya yaitu Jamaludin Mumun tangal 30 Agustus 2010 yang dikeluarkan oleh dokter I Made Budiman.

"Bagian kepala otak kiri kanan nggak ada bekas luka. Leher ada luka melingkar 7 cm di bawah dagu, mulai sudat kanan, 30 cm yang melintasi tonjolan jakun sedangkan di belakang leher bersih. Daerah sekitar tulang leher juga tidak normal. Dadanya dalam dada nggak ada luka mencurigakan," paparnya.

Kemudian, ada indikasi utama jika korban meninggal bunuh diri, yakni air mani yang keluar dari kemaluannya, lidah keluar menjulur, dan buang kotoran. Saat ditanya mengapa petugas piket tak mendengar upaya bunuh diri Kashmir, Iskandar menjelaskan jika yang bersangkutan menggigit koran.

"Karena gigit koran pada saat itu, biar teriak nggak kedengeran. Waktu melepas koran tersebut juga susah. Kesimpulan sebab kematian akibat terhalang bagan nafas," paparnya.

Korban melakukan bunuh diri dengan menggunakan sarung yang dipinjamnya dari salah seorang personel kepolisian. Menurut keterangan, korban meminjam sarung untuk mengerjakan salat.

Dengan kematian korban di dalam tahanan, Iskandar memastikan akan ada pemeriksaan etik dan disiplin terhadap Kapolsek Buol, serta Kasatlantas.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement