JAKARTA - Meski terlihat lelah, BJ Habibie tampak sabar dan berupaya tersenyum kepada setiap orang yang meminta tanda tangannya di buku Habibie & Ainun di Toko Buku Gramedia Pondok Indah Mall I, Jakarta Selatan.
Ratusan pengunjung rela antre hingga pintu masuk sambil memegang buku setebal 323 halaman dan disebut-sebut kisah lain dari Romeo dan Juliet itu.
“Saya suka Pak Habibie yang romantis dan setia kepada istrinya sampai akhirnya istrinya meninggal pun dia turut mendampingi,” kata salah satu pembeli, Mariska kepada okezone, Selasa (7/12/2010).
Rata-rata pengunjung yang ditemui umumnya mengungkapkan hal yang serupa dengan Mariska. Mereka kagum melihat kesetiaan Habibie mendampingi istrinya, Hasri Ainun Besari hingga wafat 22 Mei lalu di Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro hadern, Munchen, Jerman.
Jika dirunut ke belakang, semua kekaguman ini berawal dari drama mengharu biru yang terjadi pada hari-hari jelang meninggalnya Ainun. Media massa memberitakan secara luas kondisi kesehatan Ainun dan dipublikasikannya sebuah foto yang menikam jantung semua orang.
Foto itu memperlihatkan Habibie berbisik di telinga Ainun yang sedang koma namun terlihat seperti tersenyum tenang dan teduh.
Kisah ini berlanjut pada detik-detik pemakaman Ainun saat jutaan pasang mata melihat bagaimana Habibie seperti terdampar dalam jurang kesepian dan kepedihan teramat dalam karena ditinggal istri tercinta yang mendampinginya selama 48 tahun 10 hari dalam suka dan duka.
Tak heran pada cetakan pertamanya, buku ini diterbitkan sebanyak 25 ribu eksamplar dan diperkirakan akan ludes dalam beberapa bulan ke depan. “Ini contoh bagus ditiru generasi muda pada pasangannya,” tutur Mariska. (abe)
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.