SURABAYA - Kongres Ansor agenda pembahasan Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) kian memanas. Selain diwarnai ketegangan sejumlah peserta kongres, Pengurus Besar Nahdotul Ulama (PBNU) memberikan warning kepada kongres tersebut. Intinya, pembuatan PD/PRT jangan melawan NU.
“Ansor adalah bagian dari NU, jadi jangan melawan NU,” kata Ketua PBNU KH Marsudi Suhud dalam keterangan rilis yang diterima okezone, Minggu (16/1/2011).
Hal itu diungkapkan ketika menanggapi alotnya pembahasan persyaratan ketua umum. Hal itu banyak digunakan untuk upaya saling jegal sesama kandidat. Terutama mengenai batasan usia dan syarat jadi pengurus.
Jika mengacu pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU, batas maksimal calon ketua umum Ansor adalah 40 tahun. “Jika AD/ART berbunyi demikian, maka PD/PRT Ansor harus ikut dan jangan melawan,” katanya.
Hanya saja, lanjutnya, Muktamar NU yang digelar di Makasar pada 2010 silam juga memutuskan AD/ART itu berlaku pada Muktamar berikutnya. Oleh karena itu, jika ada yang memutuskan hasil kongres ini langsung diberlakukan sama halnya dengan melawan NU sebagai Induk organisasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, rapat komisi menyepakati batasan usia calon ketua umum adalah 40 tahun. Namun kapan aturan tersebut diberlakukan pembahasannya masih alot.
Jika sampai aturan itu digodok dan berlaku pada kongres ini, sudah dapat dipastikan calon kandidat yang bakal terjungkal. Mereka adalah, Khotibul Umam Wiranu, Chorul Sholeh Rosyid, Saiful Tamliha. Sedangkan calon terkuat yang bakal melenggang adalah Nusron Wahid, anggota DPR-RI Fraksi Golkar.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.