tragedi sukhoi

Demokrasi di Indonesia Anarkis

Rohmat - Okezone
Sabtu, 14 Mei 2011 13:13 wib
ilustrasi
ilustrasi

DENPASAR - Proses demokrasi di Indonesia dinilai mulai bergeser mengarah ke anarkisme yang ditandai maraknya gerakan militan mengatasnamakan agama dan aliran tertentu.
 
“Saat ini demokrasi telah disalahartikan dan cenderung mengarah ke anarkisme," kata mantan Menristek AS Hikam saat berbicara di seminar nasional “Memaknai Anak Bangsa dalam Kerangka Kebhinekaan” di Kampus Institut Hindu Darma Negeri (IHDN) Denpasar , Sabtu (14/05/2011).
 
Hikam mencontohkan, banyaknya aksi berdalih atas nama kebebasan mengeluarkan pikiran dan pendapat namun dalam mewujukan tujuannya dengan cara anarkis sehingga menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan di masyarakat.
 
Aksi anarkisme massa hingga munculnya gerakan NII, menunjukkan bagaimana aparat penegak hukum dibuat tidak berdaya, menghadapi kasus seperti itu. Padahal kekuasaan aparat penegak hukum diperlukan guna meredam aksi anarkisme anak bangsa dengan tameng kebebasan dan demokrasi.
 
AS Hikam lanjut mengkritisi sikap aparat penegak hukum, yang dinilai belum berani menangkap atau membubarkan gerakan radikalisme seperti Negara Islam Indonesia (NII) hingga tuntas.
 
Dengan alasan belum menemukan fakta hukum yang mengarah tindakan makar, sehingga negara dan aparat penegak hukum tidak berani mengambil tindakan pencegahan maupun tindakan hukum lainnya.
 
Padahal, sambung Hikam, dengan melihat namanya saja sudah merongrong NKRI, sehingga sebenarnya aparat sudah punya cukup alasan untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pendiri Kenapa NII.
 
Mantan politisi PKB ini mengkhawatirkan jika kondisi seperti itu terus dibiarkan, tidak ada penindakan tegas, maka ke depannya dikhawatirkan akan NKRI terpecah belah.
 
Ia mengajak semua eleman masyarakat guna bersatu padu memerangi gerakan yang ingin membentuk negara di dalam NKRI. "Peran tokoh agama dan para ulama harus mampu memberikan pemahaman ajaran agama dengan benar dikontektualisasikan dengan kajian kekinian. Sebab NKRI sangat menjunjungi tinggi pluralisme," tutupnya.
 

(teb)

  • Yakin Kasih T » 0 Tanggapan
    Sebenarnya, kita tidak harus menyalahkan 100% Pak SBY dalam menjalankan roda Pemerintahan di Indonesia ini. Pada umumnya Rakyat hanya bisa mengkritik, mencari kelemahan, mengandalkan negativ thinking dalam sudut pandang mereka. Hal itu disebabkan dari masyarakat yang juga membodohkan masyarakat awam. Padahal mereka hanya dijadikan azas manfaat oleh orang-orang yang punya kepentingan politik secara korup. Berbagai hal mereka lakukan demi tercapainya usaha-usaha mereka untuk menggagalkan/menjatuhkan lawan politik. Dalam hal ini, yang sangat kita harapkan adalah kesadaran yang dimulai dari dalam diri sendiri, sehingga timbul suatu inspirasi baru yang mana akan menjadi masyarakat yang madani. Negara kita menganut paham Demokrasi, namun penerapannya belum layak. Nah, kembali lagi kepada individu untuk menciptakan demokrasi asli, jauh dari anrkis, tidak memaksa kehendak, menerima putusan, tidak melarang agama bagi siapapun. itu saja dulu ya lain kali kita sambung.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Yuhartadi » 0 Tanggapan
    Keadaan negeri ini sejak 2th terakhir smakin buruk, penderitaan rakyat smakin memperihatinkan. Ada apa dengan pemimpin negeri ini?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • indra » 0 Tanggapan
    setuju, negara kita dalam kondisi yang kritis, maaf pak SBY kalo memang udah nggak sanggup untuk mengontrol laju penyimpangan idiologi kembali ke relnya, bapak mundur aja, dan serahkan pada yang mumpuni, jangan sampai terlambat pak....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • zulkarnain zainuddin » 0 Tanggapan
    Sebenarnya rakyat tdk akan Anarkis kalau mereka mendapatkan keadilan,Pemerintah SBY tdk mampu menciptakan lapangan kerja,tdk mampu menstabilkan harga 9 bahan pokok, rakyat miskin mencapai 80 % dibawah garis kemiskinan (US$2,00 per hari) bukan Rp.6000,- per hari, kebohongan2 dan janji2 belaka yg disampaikan oleh SBY membuat rakyat tdk percaya lagi, yang akhirnya rakyat marah dgn meluapkan kemarahanya secara ANARKIS. Menurut hemat saya akan terjadi REVOLUSI SOSIAL apabila tdk segera ditanggulangi kemiskinan ini sesegera mungkin. Hampir 100 % harga 9 bahan pokok lebih mahal di Indonesia dari pada harga di S'pore dan Malaysia. Rakyat miskin, bodoh,buruk gizi, korupsi merajalela, Hukum tdk jelas. Kalau ada yang memprediksi NKRI akan terpecah pecah itu perhitungan yg benar. Kami Rakyat Kepulauan Riau yg pertama akan memproklamirkan Kemerdekaan.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.