Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ratusan Gus Durian Gelar Deklarasi

Nurul Arifin , Jurnalis-Selasa, 17 Mei 2011 |14:25 WIB
Ratusan Gus Durian Gelar Deklarasi
(Foto: Nurul Arifin/Okezone)
A
A
A

SURABAYA - Menjelang dua tahun meninggalnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ratusan warga yang tergabung kelompok pecinta Gus Dur atau Gusdurian melakukan deklarasi yang diberi nama Gerdu (Gerakan Gusdurian) Surabaya.
 
Dalam kesempatan ini mereka membuat lima butir pernyataan yang disepakati sebagai piagam Gusdurian Surabaya. Dalam Pernyataannya, KH Abbdullah Tawwab, Kordinator Gusdurian, memandang perlunya deklarasi. Menurut dia, Gus Dur dinilai mampu menebar perdamaian, melawan kekerasan, dan menyemai benih kebaikan.
 
"Gus Dur adalah muslim-humanis yang mencotohkan bagaimana agama seharusnya menjadi sarana untuk meraih keadilan, keberadaban serta kesejahteraan bersama," katanya saat deklarasi di Aula Universitas Merdeka (Unmer) Surabaya, Jalan Ketintang Madya, Selasa (17/5/2011).
 
Saat ini, krisis ke-Bhinnekaan sedang melanda Indonesia. Imbasnya, Indonesia terancam kehilangan gerakan yang tak lagi rendah hati antar sesama sebagai satu bangsa. Padahal, berbangsa dalam konteks Indonesia adalah menerima kebhinnekaan. Bahwa Indonesia adalah sebuah negara bangsa yang ditenun dari berbagai ragam keyakinan, tradisi, etnis dan ideologi dalam rentan sejarah yang panjang.
 
Sementara itu, Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman Wahid (Alissa Wahid), Putri mending Gus Dur, mengaku komunitas pencita Gus Dur ini terbentuk dengan sendirinya. Mereka ingin mengembangkan nilai-nilai perjuangan Gus Dur, Prinsip-prinsip kebangsaan.
 
Ia menjelaskan, beberapa komunitas ini memiliki kedaulatan sendiri-sendiri. Misalnya ada yang concern terhadap isu-isu pendidikan, ada yang ke pluralisame, ada kelompok meneladani Gus Dur menulis, bahkan ada pula yang membentuk epog etimologi Gus Dur.
 
"Sekarang ini komunitas Gus Dur berdiri di Jakarta, Mojokerto, Jombang, Malang dan Jogyakarta," jelas Alissa.
 
Berikut 5 butir Piagam Deklarasi Gerdu. Pertama, menggali, memelihara dan menyebarluaskan nilai-nilai Perjuangan Gus Dur. Kedua, menyemai dan memperkuat agen-agen pemberdayaan masyrakat untuk mengembangkan nilai-nilai Gus Dur.
 
Ketiga, mengembangkan jejaring dengan kelompok-kelompok strategis dalam masyarakat. Keempat, mengembangkan tradisi dialog dengan berbagai kelompok masyarakat untuk saling memahami dan menemukan titik kesamaan dan kesepahaman. Terakhir, mengembangkan upaya-upaya ke arah kesejahteraan masyarakat.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement