SUKOHARJO- KH Saman Hudi sudah diberi gelar Pahlawan Nasional. Karena itu keluarga berharap makam almarhum segera dipindah ke taman makam pahlawan.
Harapan tersebut disampaikan Suprapto, cucu almarhum yang mewakili keluarga, bersamaan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).
Keluarga juga sempat menggelar upacara Harkitnas di makam Samanhudi di Banaran, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (20/5/2011) pagi.
Upacara yang juga dihadiri tokoh masyarakat setempat ini dilakukan untuk memberikan penghargaan terhadap pendiri Sarekat Dagang Islam itu.
Menurut Suprapto, sebagai Pahlawan Nasional kakeknya berhak mendapatkan fasilitas dari Negara layaknya pahlawan lain.
Dia menambahkan, sejak diberi gelar Pahlawan Nasional, keluarga belum menerima penghargaan apa pun dari pemerintah.
Sementara itu Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mengungkapkan pihaknya akan menindaklanjuti jika memang ada permintaan dari Pemerintah Pusat untuk memindahkan makam Saman Hudi.
Saman Hudi lahir di Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, pada 1868 dan meninggal dunia di Klaten, 28 Desember 1956.
Beliau adalah adalah pendiri Sarekat Dagang Islam, sebuah organisasi massa yang awalnya merupakan wadah bagi para pengusaha batik di Surakarta.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.