Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rekrut Anggota, NII Buka Usaha di Pusat Kota

Rekrut Anggota, NII Buka Usaha di Pusat Kota
Petugas posko pengaduan NII di Demak. (Dok: Sun TV)
A
A
A

DEMAK - Berdasarkan penyelidikan posko pengaduan, kelompok Negara Islam Indonesia (NII) merekrut kalangan pelajar dan mahasiswa dengan kedok membuka usaha di pusat kota Demak, Jawa Tengah.

Temuan terbaru Posko Pengaduan NII, orang yang terindikasi kuat sebagai Bupati NII Demak, kini membuat usaha yang berhubungan erat dengan kebutuhan pelajar dan mahasiswa di pusat Kota Demak. Pusat kota dipilih karena kawasn itu banyak terdapat sekolah setingkat SMA dan kampus Universitas Sultan Fattah.

Koordinator Posko Pengaduan NII Demak, Khoirul Saleh, menyebutkan Bupati NII Demak berinisial AM dan berusia sekira 30 tahun, kini makin gencar merekrut pelajar dan mahasiswa. Kalangan pelajar dan mahasiwa dibutuhkan NII karena mereka dianggap mempunyai intelegensi tinggi.

“Umumnya korban NII adalah pelajar dan mahasiswa yang mengalami masalah berat sehingga mudah dipengaruhi,” ujar Khoirul, Jumat (27/5/2011).

Dia melanjutkan, berdasarkan pengakuan korban yang bertobat, selama menjadi anggota NII, mereka ditugaskan untuk mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya. Cara yang kerap digunakan adalah mengedarkan kotak amal.

Khoirul menambahkan, tidak hanya Bupati NII yang bergerak melakukan perekrutan, jaringan di bawahnya seperti camat, kepala desa, hingga RW dan RT juga giat melakukan pengembangan jaringan.

Sementara itu, hasil temuan Posko Pengaduan NII sudah dilaporkan ke polisi. Kasubag Humas Polres Demak AKP Sutomo mengatakan pihaknya saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement