Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Impunitas Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis Terus Berulang

Dwi Afrilianti , Jurnalis-Selasa, 21 Juni 2011 |12:09 WIB
 Impunitas Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis Terus Berulang
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Impunitas pelaku kekerasan terhadap jurnalis terus terulang selama satu dekade terakhir. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat dalam kurun waktu itu terdapat 651 kasus kekerasan, bahkan yang berujung pada hilangnya nyawa seorang jurnalis, menguap begitu saja.
 
Koordinator Advokasi AJI, Margiono mengatakan, maraknya impunitas pada pelaku kekerasan terhadap para jurnalis ini menunjukkan adanya praktik-praktik mafia peradilan.
 
"Penanganan terhadap pelaku sering terhenti saat di tingkat pengadilan, justru saat pelaku sudah mengaku, ini menunjukkan ada mafia peradilan," ujarnya dalam diskusi di Dewan Pers, Selasa (21/6/2011).
 
Senada dengan Margiono, anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafi Hukum Denny Indrayana menyatakan, praktik mafia peradilan telah menyebabkan jurang lebar antara rasa keadilan dan penegakan hukum.
 
"Ini yang menjadi problem hukum karena korupsi hukum," katanya.
 
Selain itu, praktik uang dalam peradilan ini juga memunculkan apa yang dia sebut sebagai pelaku yang bukan pelaku, atau pelaku pinggiran. Akibatnya karena tak cukup bukti, pengadilan terpaksa melepaskan.
 
"Setelah membunuh, dimunculkan pelaku yang tidak melakukan, pelaku figuran, yang tersentuh bukan pelaku atau pelaku pinggiran," ungkapnya.
 
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam mengakui adanya kemungkinan tertangkapnya pelaku yang bukan pelaku sesungguhnya oleh pihak kepolisian. Dia menyadari, di masa lalu, Sumber Daya Manusia di lembaganya masih membutuhkan banyak perbaikan.
 
"Mungkin aparat kurang profesional, salah tangkap dan sebagainya bisa jadi," katanya.

(Insaf Albert Tarigan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement