BATAM - Belasan TKW yang berrhasil diamankan warga dari penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) PT Tugas Mulia di Komplek golden Gate Blok B no 1, Jalan Duyung Tanjung uma Batam masih diperiksa polisi.
Kepada polisi, para TKW asal Kupang, Nusa Tenggara Timur ini mengaku kerap mendapat siksaan oleh Rosma, bos PT Tugas Mulia tersebut. Bahkan ada beberapa TKW yang juga mengalami kekerasan seksual oleh para pegawai perusahaan penyalur TKW tersebut.
Melia salah seorang TKW menuturkan, dirinya bersama TKW lainnya sudah dua bulan berada di penampungan tersebut. Selama berada dipenampungan ia dipaksa bekerja. Bahkan dia mengaku kerap dipukul dengan paralon, ditendang dan ditampar oleh bos penyalur.
"Kami dibawa ke Batam ini oleh pak Dani dan ibu Yane. Katanya kami akan dipekerjakan sebagai pembantu di Malaysia. Selama di penampungan ini kami disiksa bang, bahkan kami juga diperkosa oleh karyawan bos perusahan ini. Kami tidak boleh keluar dari sini, kami dikunci dalam kamar," ujar Melia, Selasa (21/6/2011).
Berbeda dengan Rosalina. Dari kelima TKW itu, Rosalina tidak lancar lagi berbicara. Ia shock berat setelah adeknya meninggal karena disiksa oleh bos penyalur tenaga kerja ini satu bulan terakhir.
Saat dimintai keteranggan oleh polisi, Rosalina hanya bisa berbicara dengan bahasa isyarat. Tidak ada satu kata pun yang bisa keluar dari mulutnya.
PT Tugas Mulia selasa malam didatangi ratusan warga yang marah karena mendapat laporan dari Agustina, salah satu TKW yang kabur karena tak tahan disiksa Rosma, bos penyalur tenaga kerja tersebut. Ruko tempat penampungan TKW tersebut nyaris dibakar massa.
(Ferdinan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.