Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tolak Pembongkaran, Pedagang Tutup Akses Jalan Padang

Rus Akbar , Jurnalis-Senin, 25 Juli 2011 |10:49 WIB
Tolak Pembongkaran, Pedagang Tutup Akses Jalan Padang
Ilustrasi demo (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

PADANG- Menolak pembongkaran yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang, ratusan pedagang di Padang, Sumatera Barat, melakukan pemblokiran jalan ke sentra perdagangan Pasaraya Padang.

Mereka melakukan aksi di persimpangan Jalan Jenderal Sudirman dengan Jalan bagindo Aziz Chan Padang, Senin (25/7/2011). Aksi ini sudah dilakukan sejak pukul 09.30 WIB.

Dalam aksinya, massa menolak pembongkaran Pasar Inpres I, II, dan III di Jalan Pasarbaru yang akan dilakukan pemerintah kota. Massa menilai pembongkaran tersebut akan memberatkan warga untuk memiliki kios.

“Jika itu (inpres) dibangun baru, maka pedagang akan membayar lebih mahal untuk membeli kios. Padahal standar kisarannya satu petak Rp6-7 juta. Kita sudah melihat contohnya di Pasar Inpres IV,” tutur Budi Fahrial, korrdinator lapangan, di lokasi demo.

Di Pasar Inpres IV pascadibangung harga satu kios bisa mencapai Rp29 juta. “Pedagang tidak akan mampu membelinya,” tegasnya.

Dia menyarankan, agar tiga bangunan Pasar Inpres tersebut hanya direnovasi. “Sehingga tidak perlu dibongkar atau dibangun baru,” katanya.

Pantauan di lapangan, massa masih melakukan aksi di persimpangan Pasarayayang menjadi akses utama menuju sentra perdangan tersebut.

Sementara itu, akibat penutupan jalan warga terpaksa berbalih arah. Tidak ada pengalihan atau kepadatan jalan akibat penutupan jalan dengan motor para pedagang. Aksi ini juga hanya dijaga oleh sejumlah polisi saja.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement