tragedi sukhoi

Orangutan Ragunan Menagih Janji Foke

Muhammad Saifullah - Okezone
Kamis, 4 Agustus 2011 12:47 wib
Ilustrasi (Foto: Ist)
Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Para sukarelawan Centre for Orangutan Protection (COP) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menggelar aksi di depan Balai Kota Jakarta. Mereka menagih janji Gubernur Fauzi Bowo (Foke) yang diucapkan dua tahun lalu.

“Dua tahun lalu, kami bertemu dengan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo di kantornya. Dia berjanji akan adanya perubahan. Namun, dua tahun kemudian orangutan masih di dalam kandang yang mengerikan, kekurangan makanan, dan perawatan,” ujar Koordinator Konservasi Ex-situ dari COP, Daniek Hendarto dalam siaran persnya kepada okezone di Jakarta, Kamis (4/8/2011).

Daniek mengungkapkan, upaya ini merupakan bagian dari kampanye menyuarakan nasib 20-an orangutan yang tersembunyi dari perhatian masyarakat di Taman Margasatwa Ragunan. COP dan JAAN bergabung dalam aksi ini untuk menyorot kekejaman yang diderita orangutan di Ragunan selama sepuluh tahun atau lebih.

20 orangutan ini merupakan bagian dari total 55 populasi di Ragunan. Orangutan merupakan ikon yang dipelihara kebun binatang ini. Mereka dipelihara di dua tempat terpisah, yang merupakan perhatian besar saat ini adalah yang dirawat di kandang di halaman rumah Ulrike von Mengden, seorang perempuan berusia 91 tahun yang telah merawat orangutan tersebut selama bertahun-tahun.

Selama sepuluh tahun terkahir, kelangsungan hidup orangutan ini bergantung pada kasih sayang seorang Ulla - sapaan akrab Ulrike, donasi uang dan makanan, juga uang dari para pengunjung yang bingung saat melihat banyak orangutan ditempatkan dalam satu kandang dan sering kotor.

Ben Vika dari JAAN menambahkan, “Anda harus berpikir mengapa orangutan di kebun binatang nasional kita diperlakukan sangat buruk begitu lama. Ini adalah hal memalukan bagi negara kita.”

Kebanyakan orangutan di kebun binatang berasal dari hutan belantara Kalimantan. Sebagian merupakan korban dari perdagangan hewan ilegal yang diserahkan ke kebun binatang baik oleh Departemen Kehutanan maupun oleh orang-orang yang menentang orangutan sebagai hewan peliharaan.

Dengan populasi orangutan liar yang menurun 3.000-5.000 per tahun karena penggundulan hutan dan perburuan, diperkirakan populasi orangutan tinggal 55.000. Ada kemungkinan orangutan akan punah dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.
(ful)