INDERALAYA- Dunia pendidikan di Indonesia kembali menuai kontroversi, aksi kekerasan kembali terjadi di lingkungan kampus. Akibatnya, puluhan mahasiswa dimotori Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali berunjuk rasa menuntut agar Pembantu Dekan III FKIP Unsri, Trimurti Saleh, mundur dari jabatannya.
Tampak ikut dalam aksi demo tersebut, Nurul Isa Tri, mahasiswi FKIP yang dipukul wajahnya oleh oknum dosen tersebut. Nurul dalam orasinya menegaskan pihak dekan justru melakukan kesalahan dengan menyampaikan kepada orang tua Nurul bahwa pemukulan itu merupakan kesalahanpahaman.
"Bagaimana bisa dikatakan salah paham, saya ditampar di depan ratusan mahasiswa, ini namanya saya dipermalukan," tegas Nurul saat berdemo di Kampus Unsri, Kamis (25/8/20110
Para mahasiswa ini terus berorasi di depan pintu masuk gedung rektorat tanpa ditemui rektor. Hanya Purek III DR Anis Sagaf bersedia menemui para mahasiswa dan mencoba memberikan penjelasan kepada mahasiswa yang semakin lama semakin meningkat pernyataan pedasnya melalui orasi.
Sebelumnya, Trimurti diduga melakukan pemukulan terhadap Nurul Isa Tri, salah satu mahasiswi FKIP Unsri. Peristiwa itu terjadi di samping gedung FKIP Unsri, 18 Agustus, sekitar pukul 08.30, ketika itu sang dosen datang ke acara technical meeting di program pengenalan kampus (O2K) FKIP Unsri. Dosen ini kemudian marah-marah di tengah mahasiswa baru dan menyebutkan pertemuan dengan mahasiswa baru tersebut ilegal.
Beberapa mahasiswa menghampiri sang dosen untuk menjelaskan tujuan dari acara tersebut. Namun dosen langsung menyuruh panitia yang memakai jaket almamater untuk dilepaskan.
Sebagian mahasiswa mau melepaskan almamater tetapi Nurul tidak bahkan memberikan penjelasan kepada oknum dosen tersebut. Diduga emosi, oknum dosen tersebut langsung menampar pipi korban. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Ogan Ilir dan masih dalam tahap penyidikan.
(ugo)