tragedi sukhoi

Bocah Sidoarjo Juara Dunia Olimpiade Matematika di India

Jum'at, 28 Oktober 2011 05:07 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

SIDOARJO – Berawal dari kegemaran berhitung mata pelajaran matematika, seorang bocah kelas 6 di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Krian, Sidoarjo, Jawa Timur berhasil menjuarai olimpiade matematika tingkat dunia di India.

Sang bocah sukses meraih satu buah medali emas dan dua medali perunggu.  
Adalah Pavita Ardhani Sugiharto Putri (11), warga Desa Semambung Driyorejo, Gresik yang menorehkan prestasi itu.
 
Putri pertama dari pasangan suami istri, Sugiharto dan Rini Puspitasari ini mampu menjuarai olimpiade matematika tingkat internasional dalam Event Wizard at Mathematic International dengan menggondol sebuah medali emas dan dua medali perunggu di kota Lucknow, India yang digelarpada 20-22 Oktober lalu.
 
Kepiawaian dalam mengolah dan memecahkan soal berhitung ini, sebenarnya berangkat dari hobinya dalam mengikuti pelajaran matematika di sekolahnya.
 
Padahal, pelajaran matematika umumnya menjadi momok bagi para siswa lantaran dianggap sulit. Baginya, matematika merupakan pelajaran yang sangat istimewa sehingga ia pun menyukainya.
 
Sayangnya, meski telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di level dunia, keberhasilan bocah ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Tidak ada satupun penghargaan atau perhatian khusus kepada sang bocah.
 
Ironisnya, Dinas Pendidikan Sidoarjo selaku pihak terkait tidak tahu jika ada anak didiknya yang berhasil menjuarai olimpiade matematika tingkat dunia di India.
 

(Pramono Putra/Sindo TV/put)

  • hen » 0 Tanggapan
    memang apresiasi pada anak yang berprestasi kurang diperhatikan, mungkin itu penyebab anak-anak2 kita jadi ogah belajar... terus berjuang anak-anakku.. gapai prestasi..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Nurhadi » 0 Tanggapan
    Makanya orang Indonesia banyak yang memilih negara lain karena lebih diperhatikan daripada di negara sendiri tidak diperhatikan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Nurhadi » 0 Tanggapan
    Makanya orang Indonesia banyak yang memilih negara lain karena lebih diperhatikan daripada di negara sendiri tidak diperhatikan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • deri » 0 Tanggapan
    itulah Pemerintah Indonesia,, bertahan dengan kbodohannya... padahal kan itu Aset negara yang perlu dikembangkan..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • putra » 0 Tanggapan
    ya emang gtu bansa ini, mending korupsi apbd aja malahan dapat dukungan....., nasib anak indonesia yg tragis......
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.