tragedi sukhoi

Buku Pendidikan Agama Salah Tulis Ayat

Senin, 21 November 2011 21:18 wib
Salah kutipan ayat di buku Pendidikan Agama Islam (Foto: Markus Y/Sindo Radio)
Salah kutipan ayat di buku Pendidikan Agama Islam (Foto: Markus Y/Sindo Radio)

GUNUNGKIDUL- Kesalahan pada buku ajar yang diterbitkan dan diedarkan oleh Disdakmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Gunungkidul, Yogyakarta, kembali terjadi.  
Kali ini, kesalahan fatal ditemukan lagi di buku referensi pendidikan agama Islam berjudul "Islam Happy Ending". Buku karangan Pinandita Nur Amalia, diketahui banyak kesalahan fatal antara ayat-ayat suci Alquran dengan terjemahannya.
 
Sebelumnya, kesalahan terjadi pada buku pendidikan karakter bangsa berjudul "Pancasila Dasar Negaraku, Bhineka Tunggal Ika Semangatku".
Pertama kali kesalahan ditemukan oleh pengampu pelajaran agama Islam di SD Karangrejek II, Wonosari, Senin (21/11/2011) pagi.
 
Kesalahan buku bersampul warna pink dengan tebal 85 halaman itu diketahui pada tiga halaman yakni halaman 8, 45, dan 79. Diduga masih terdapat kesalahan lain.
 
Salah seorang guru agama, Bety Dwi Irawati, menjelaskan di halaman 8 buku berlabel ISBN Nomor 978-602-8155-93-9 itu, tertulis Surat Az Zumar ayat 10. Padahal arti dan penulisan ayatnya, juga berbeda meski masih relevan dengan tema yaitu sabar.
 
Halaman 45, ditulis dalil surat Asy-Syuura ayat 30 yang sebenarnya mengandung arti tentang musibah, namun ditulis "Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat ", tafsiran itu seharusnya hanya berada di surat Asy-Syuura ayat 20.
 
Sementara di halaman 79, ditulis ayat Ad-Dukhaan ayat 91. Padahal, surat tersebut, hanya terdiri dari 59 ayat. "Memang, banyak ayat dan artinya tidak relevan, saya kira ada kesalahan ketik," katanya kepada wartawan.
 
Dihubungi terpisah, Kepala Disdikpora Gunungkidul, Sudodo, mengaku tidak terlibat dalam pendistribusian buku paket. Namun dirinya memastikan 485 SD baik negri maupun swasta menerima buku paket dari Kemendikbud. “kami tidak tahu jumlah pastinya, karena itu langsung dari pusat,”ujarnya.
 
Dijelaskannya, sampai hari ini, pihaknya belum melakukan penarikan, pasalnya ada kendala dalam biaya. Namun, dia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan provinsi terkait kesalahan pada buku ajar pendidikan karakter bangsa. "Kita sesuaikan dengan kemampuan, intinya buku itu ditarik oleh sekolah jangan sampai ke siswa," jelasnya.
 
Sementara itu, di hari yang sama DPRD memanggil Kepala Disdikpora dan jajarannya, sebagai upaya untuk menarik buku paket ajar yang salah ketik seperti buku pendidikan karakter bangsa.
 
Ketua DPRD, Ratno Pintoyo, menjelaskan harus ada penarikan dan inventarisir terhadap buku tersebut. "Jangan sampai ada yang tertinggal karena kesalahannya sudah sangat fundamental, dan segera harus ada penarikan," jelasnya.
 
Dijelaskannya terkait sudah beredarnya buku paket di sekolah-sekolah, pihaknya mengimbau agar anak didik tidak dibiarkan membaca buku tersebut. ”Kami berharap dinas pendidikan kooperatif untuk menangani maslah ini,” pungkasnya.

(Markus Yuwono/Sindoradio/kem)

  • H M Saefudin SH » 0 Tanggapan
    untuk penerbitan buku pelajaran agar melibatkan yang betul betul paham dan mengerti pada bidangnya apalagi soal ayat al qur an mestinya yang paham betul tentang nahwu sharafnya
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rano » 0 Tanggapan
    Dep dikbud harusnya lebih selektif dlm memberikan ijin kepada penerbit buku pelajaran anak sekolah. Dan kalo bs buku pelajaran bisa di pakai utk beberapa generasi dibawahnya, jangan tiap semester ganti, nanti jadi lieur semua.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • AHMAD ROMADI » 0 Tanggapan
    ini teh ada unsur kesengajaan asa sape banyak begitu. pasti ada yg mo merusak generasi yang Qur'ani Indonesia dengan menyelewengkan terjemah dan tafsirnya. namanya anak2 mana yau. untung ada yang jeli memeriksanya. Penerbit dan pengarang, wajib diberi sangsi hukuman tuh.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • clover_nine » 0 Tanggapan
    Parahh !! Gag ada editornya apa! Makan gaji buta ni editornya ! Dudullll
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tukas dwiatmiarsih » 0 Tanggapan
    ini yang ngarang, apa yang nyetak yaaaaaaaa ........??????????
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.