GARUT- Acara Saresehan Ulama dan Tokoh Pondok Pesantren se-Priangan Timur yang digelar di SMKN 1 Garut diwarnai kericuhan. Kegiatan yang memiliki tema Mencari Solusi Penanganan Terorisme itu ricuh setelah pihak Front Pembela Islam (FPI) DPW Garut tidak setuju nama organisasi mereka terpampang sebagai pendukung acara tersebut.
Wali Laskar Komando FPI DPW Garut, Dadan, mengaku kesal karena pihaknya tidak mendapatkan undangan dari panitia penyelenggara. Dia pun meminta agar panitia mencoret nama FPI di acara itu.
“Kami bukannya tidak setuju atas pembahasan penanganan terorisme. Justru kami sangat menyambut baik adanya pembahasan ini, namun kami menjadi tidak nyaman setelah nama organisasi kami seolah-olah dicatut karena tidak ada undangan sama sekali,” kata Dadan, Kamis (24/11/2011).
Dia pun mengungkapkan, pihak panitia penyelenggara juga telah melakukan kekeliruan terkait penulisan nama dan jabatan organisasi FPI pada sejumlah baliho acara. Pada baliho itu, nama Baden Muksin tertulis sebagai Ketua FPI DPW Garut.
“Saudara Baden itu oknum, dia bukan ketua FPI DPW Garut. Ketua FPI DPW Garut yang sah berdasarkan musyawarah wilayah (Muswil) FPI adalah Ustaz Sulaeman dari Kadungora. Bukan hanya mencatut nama organisasi, mereka (panitia) juga sudah mencantumkan ketua FPI DPW Garut yang salah,” ujarnya.
Ketua FPI DPW Garut Ustadz Sulaeman meminta, agar pihak panitia penyelenggara acara meminta maaf atas berbagai kekeliruan itu. Dia mengancam akan membawa panitia acara ke jalur hukum bila permintaan mereka tidak diindahkan.
“Saya harap, kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. Bila tidak, kita akan bawa ke meja hijau. Selama ini, FPI tidak ikut-ikutan dalam masalah politik,” katanya.
Sementara itu panitia Penyelenggara, Edi Afif, mengklaim telah menyampaikan undangan perihal pelaksanaan acara tersebut kepada FPI sejak jauh hari. Menurut Edi, permintaan kehadiran tokoh FPI dalam kegiatan ini sendiri tidak lain untuk memberikan pandangannya terhadap penanganan terorisme di Indonesia.
“Kami sudah menyampaikan surat undangan. Kami meminta tokoh dari FPI untuk datang ke acara ini sebagai pembicara bersama-sama dengan para tokoh dan ulama yang lain. Itu saja,” katanya.
Adapun sejumlah ulama yang turut hadir dalam acara tersebut adalah tokoh Darul Islam (DI), KH Sarjono Kartosuwiryo, Pimpinan Ponpes Darussufi, Dr Asep Ahmad Hidayat, tokoh Pergerakan Nasional, Egi Sujana, tokoh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Deden, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
(Fani Ferdiansyah/Koran SI/kem)