JAYAPURA - Aparat kepolisian Daerah Papua mengakui situasi kamtibmas di wilayah Papua dan Papua Barat pada perayaan HUT OPM, Kamis 1 Desember, kemarin aman dan kondusif.
Meski begitu, masih ada pengibaran bendera Bintang Kejora yang merupakan lambang kebesaran bangsa Papua Barat dikibarkan oleh sekelompok orang di beberapa wilayah. "Tapi syukurlah, sepanjang ini situasi tetap aman dan kondusif," ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Wachyono.
Dilaporkan Kepolisian Mimika berhasil menyita 3 lembar bendera Bintang Kejora dari tangan massa yang melakukan ritual Waita (mengelilingi bendera Bintang Kejora) disela-sela perayaan HUT OPM dilapangan Timika Indah.
"Tiga pelaku sudah diamankan. Mereka kini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Mimika," sambung dia.
Hanya saja, akibat kegiatan tersebut, aktifitas warga di Kota Mulia para perayaan HUT OPM lumpuh total, warga lebih memilih untuk berdiam diri di rumah masing-masing. Mereka mengaku trauma dengan berbagai kondisi di Kota Mulia belakangan ini.
"Sejak kemarin warga di sekitar Mulia enggan keluar rumah. Mereka takut akan terjadi sesuatu, kami juga mengantisipasi peristiwa-peristiwa penembakan yang terjadi beberapa waktu lalu, terulang, makanya semua lebih memilih untuk berdiam diri." terang Ria salah satu warga Kota Mulia, kepada Okezone, Kamis (1/12/2011).
Akibatnya, lanjut dia, aktivitas perekonomian di Kota Mulia lumpuh total, pasar tradisional yang berisikan para pedagang pribumi tak tampak. Aktifitas perkantoran dan arus lalu lintas di Kota Mulia juga tampak lengang dari biasanya.
"Sebenarnya aman-aman saja di Mulia, kami mengantisipasi pergerakan mereka (OPM), karena biasanya di saat-saat seperti ini, mereka kembali ke kota untuk menyampaikan aspirasinya, ya bisa dengan cara menembak warga yang tidak bersalah atau bahkan kontak senjata dengan pihak keamanan," jelas YP, warga Kota Mulia lainnya.
Hingga saat ini, Kepolisian Kota Mulia masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pengibaran Bintang Kejora.
(amr)