JAKARTA – Pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Widjaja menilai, terpilihnya Abraham Samad sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru adalah bentuk pilihan yang moderat.
Dikatakan pilihan moderat, karena terpilih sosok yang diluar perkiraan sama sekali. Pasalnya masukan lebih mengarah ke Bambang Widjojanto.
“Dikatakan mengecewakan juga tidak walaupun anti-klimaks. Kalau berani jujur dari awal, kan masukan lebih mengarah ke BW (Bambang Widjajanto), tapi sepertinya sosok BW bukan sosok yang dianggap kompromistis, bertabrakan dengan kepentingan partai-partai tertentu, sehingga kemudian terpilih sosok yang diluar perkiraan sama sekali," ujar Yunarto, Jakarta, Sabtu (3/12/2011).
Yunarto juga mengatakan, terpilihnya Abraham Samad yang juga aktivis anti-korupsi asal Makassar tersebut, dikarenakan Abraham adalah sosok muda yang jejak rekamnya masih bersih, sehingga terjadinya regenerasi.
"Mungkin pertunangan DPR dan masyarakat masih bisa menerima karena belum ada cacat dan masih muda, sehingga ada regenerasi pertarungan politik yang akhirnya Yunus tidak terpilih," jelasnya.
Oleh karenanya, Yunarto berharap agar para pimpinan KPK yang baru terpilih kemarin bisa bekerja dengan baik dan bukan karena dukungan dari pansus Century semata.
"Dari awal Yunus sudah dekat dengan penguasa. Saya berharap terpilihnya 4 orang kemarin bukan kemenangan kubu politik, karena ada yang mengatakan kemenangan kubu kasus Century,”
Kalau itu terjadi, menurutnya, pemimpin KPK yang terpilih hanya akan terjebak dalam permainan baru, permainan buka kartu yang hanya menguntungkan beberapa pihak.
(Amril Amarullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.