JAKARTA - Hari pertama berkantor di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad langsung banyak bicara. Dia bahkan terkesan sesumbar akan memberantas korupsi di Indonesia.
Hal itu terkesan bertolak belakang dengan ucapan Abraham saat dinyatakan menang dalam voting di Komisi III DPR. Kala itu, Abraham langsung berjanji akan irit bicara kepada wartawan dan lebih banyak bekerja.
Saat perpisahan dengan para pimpinan lama bersama para karyawan KPK, Abraham meneriakkan dua kalimat. “Hidup KPK, gantung koruptor!” serunya disambut riuh tepuk tangan para karyawan yang berkumpul di lapangan parkir KPK, Senin (19/12/2011).
“Saya bersama teman-teman, meyakinkan publik seperti yang disampaikan kepada DPR, bukan kontrak politik tapi kontrak sosial. Pertanggungjawabannya kepada publik bukan DPR. DPR enggak punya kewenangan menagih janji, tapi masyarakat. Kami memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Kita akan babat sampai ke akar-akarnya. Rasul bilang ke anaknya, seandainya Fatimah mencuri, dia tidak segan memotong tangannya. Kalau ada saudara saya, keluarga, penguasa, yang korupsi, akan dibabat sampai ke akar-akarnya,” sambung Abraham bersemangat.
“Gantung koruptor!” tutup Abraham disambut tepuk tangan meriah.
Bibit Samad Rianto, M Jasin, Haryono Umar, Chandra Hamzah, Busyro Muqoddas, Zulkarnaen, Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, kemudian menyaksikan video tentang perjalanan lembaga antikorupsi itu.
Mantan Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean tampak hadir dalam acara tersebut.
(lam)