Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Konflik Sampang, MUI Dituding Menebar Provokasi

Nurul Arifin , Jurnalis-Minggu, 01 Januari 2012 |13:08 WIB
Konflik Sampang, MUI Dituding Menebar Provokasi
ilustrasi
A
A
A

SURABAYA - Tim Pengacara Ahlul Bait Indonesia menuding Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang malah menebar provokasi bukan memberi solusi. Pasalnya, tercetus penyataan yang menyebut Syiah adalah ajaran sesat oleh Ketua MUI Sampang, KH Imam Buchori Maksum.
 
Ketua Tim Pengacara Ahlul Bait Indonesia, Muhammada Hadun Hadar, menyayangkan dengan pernyataan-pernyataan MUI yang dianggap memprovokasi warga untuk melakukan kekerasan lagi kepada warga Syiah di Dusun Nangkernang Desa Karang Gayam Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.
 
"MUI bukan malah memberikan solusi tapi malah menebar provokasi. Yakni berstatemen yang menyebut aliran Syiah itu sesat," kata Hadun kepada okezone, Minggu (1/1/2011).
 
Menurutnya, pernyataan itu akan mengakibatkan tragedi kekerasan kepada warga Syiah. Hal itu tentunya mengaca kepada tragedi yang menimpa Jamaah Ahmadiyah di Bogor beberapa waktu lalu.
 
"Seharusnya MUI sebagai lembaga yang notabene mengayomi agama Islam lebih banyak melakukan dialog dengan warga Syiah itu. Bukan malah mengumbar pernyataan-pernyataan itu," tandasnya.
 
Hadun juga menyebut, nasib warga Syiah di tempat tersebut kian terdzolimi. Selain terjadi korban pembakaran dan pengrusakan pesantren, rumah dan madrasah, kali ini warga yang masih tinggal di tempat itu menjadi korban penjarahan oleh orang tak dikenal. Sejumlah harta milik warga hilang seperti 7 unit sepeda motor beserta BPKB dan STNK.
 
Selain itu, perhiasan berupa emas, baju, serta peralatan elektronik juga ludes. Ia menduga, aksi penjarahan ini sengaja dilakukan untuk menghabiskan harta benda kelompok Syiah.
 
"Kemungkinan jika hartanya ludes, kaum Syiah tidak mampu membangun kembali," cetusnya.

(TB Ardi Januar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement