POSO- Tidak hanya Kepala Daerah serta Anggota Legislatif yang harus dipilih langsung. Di Poso, Sulawesi Tengah, untuk memilih ketua Rukun Tetangga pun warga diwajibkan melalui mekanisme dengan pemilihan langsung.
Sabtu (21/1/2012), sekira 800 warga di Kelurahan Moengko Baru Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah mengikuti kegiatan pemungutan suara dalam pemilihan Ketua RT di enam Rukun Tetangga untuk menggantikan Ketua RT sebelumnya yang telah berakhir masa jabatannya di tahun 2012.
Meskipun hanya berskala pemilihan Ketua RT. Namun, proses pemungutan suara digelar sesakral proses pemilihan umum Kepala Daerah dan Anggota Legislatif, yaitu secara langsung, umum, bebas dan rahasia. Setiap pemilih diberikan selembar surat suara berdasarkan RT masing-masing. Pemilih pun kemudian mencoblos nama kandidat yang diinginkannya di bilik suara yang telah disiapkan dalam surat suara itu.
Usai mencoblos, pemilih kemudian memasukkan surat suara ke dalam kotak suara layaknya pemilihan umum kepala daerah dan anggota legislatif. Setelah memberikan suara, setiap warga pun mencelupkan jari mereka ke cairan tinta.
Pemilihan Ketua RT di enam RT ini secara keseluruhan diikuti 15 calon. Delapan di antaranya ibu rumah tangga. Untuk merebut simpati dan dukungan warga, para kandidat melakukannya dengan sangat serius, dengan memanfaatkan baliho layaknya komunikasi politik dalam pemilihan umum.
Musriwati seorang ibu rumah tangga yang maju sebagai salah satu calon Ketua RT 5 mengatakan, ingin menjadi RT karena mendapat dukungan dari warganya. “Bila saya terpilih jadi RT hal yang ingin dilakukannya adalah menjadikan RT-nya lebih bersih sehat rapih dan Indah,” kata Musriwati.
Sementara itu, bagi warga setempat, selain sebagai media demokrasi kegiatan itu juga menjadi ajang silaturahmi untuk meningkatkan rasa kebersamaan warga. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bukti bahwa warga setempat bisa melakukan kegiatan demokrasi secara mandiri serta membuktikan Poso yang selama ini dikenal sebagai daerah pascakonflik saat ini sudah sangat aman dan kondusif
Menariknya seluruh kegiatan tahapan pemilihan enam ketua RT yang dimulai sejak 4 januari 2012 itu menggunakan dana hingga Rp15 juta. Semua dana itu bersumber dari swadaya murni masyarakat. Sedangkan untuk kotak suara dan bilik suara dipinjam dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Kabupaten Poso.
(Yoanes Lita/Sindo TV/ugo)