JAKARTA- Kepala bidang Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih menyatakan bentrokan di Lampung, disebabkan karena adanya selisih paham antara warga lokal dan warga pendatang.
"Warga Lampung menyerang warga desa Napal, yang dihuni mayoritas orang-orang pendatang. Mereka membakar-bakar rumah. Akibatnya 48 rumah terbakar, 27 rumah rusak berat, 8 motor terbakar, 4 traktor terbakar dan 6 rumah rusak ringan," ungkap Sulistyaningsih ketika dihubungi wartawan, Selasa (24/1/2012).
Kejadian bermula pada hari Minggu 22 Januari 2012 di pasar yang ada di kawasan Sidomulyo. "Satu orang mukul kemudian terjadi perkelahian atau perselisihan, di tempat parkir pasar, namun masih bisa dilerai. Malamnya ada 400 orang Lampung asli mendatangi perkampungan yang dihuni mayoritas orang Bali. Kejadian tersebut masih dapat diatasi, oleh Kapolres Lampung Selatan terus mereka pulang," paparnya.
Kemudian pada Senin, tepatnya pukul 17.00 WIB, ada sepasang suami isteri pengendara motor dicegat masih di daerah Sidomulyo, Lampung Selatan, tapi belum diketahui orang dari kelompok masyarakat mana.
Sedangkan pada Selasa siang yakni pukul 11.00 sampai 14.00 WIB terjadi pembakaran oleh 150 orang menuju desa Sidomulyo. Puluhan rumah orang Bali terbakar, tapi sampai sekarang sudah bisa diamankan.
Sulistyaningsih menyatakan tidak ada korban jiwa. Hanya ada 4 orang korban luka ringan. "Ga ada korban,.cuma tadi ada yang luka ringan 2 orang dari warga Napal dan 2 orang warga Kota Dalam."
"Kami tadi telah mengimbau jajaran Polda Lampung untuk siaga. Sekarang sedang ada perundingan antara Kapolda, Bupati, Sekretaris Daerah, dan tokoh masyarakat. Kami akan cari penyebab utama dari pertikaian itu dalam pertemuan tersebut," ujarnya.
Menurut Juru Bicara Polda Lampung tersebut total ada 720 personil kepolisian disiagakan. Saat ini, diakuinya situasi di Lampung sudah kondusif dan terkendali.
"Sudah aman. Sekarang ini hujan, mudah-mudahan mampu meredakan atau mendinginkan kepala dan hati kedua belah pihak yang bertikai," pungkasnya.
Sementara, menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Saud Usman Nasution saat ini ada 6 orang yang diamankan untuk menjadi saksi terperiksa dari warga asli Lampung.
"Saat ini sedang didalami, karena komunikasi masih terbatas," ujar Saud.
(ugo)