Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keaslian Piramida Garut Masih Diteliti

Fiddy Anggriawan , Jurnalis-Kamis, 26 Januari 2012 |09:07 WIB
Keaslian Piramida Garut Masih Diteliti
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Tim Katostropik Purba, selama tiga tahun ke depan akan fokus melakukan penelitian pada gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat untuk menguji apakah Piramida yang ditemukan terbentuk secara alami atau buatan manusia.

"Suatu yang terpenting dari penelitian ini ialah mencari tahu apakah ini (piramida) buatan manusia atau terbentuk secara alami," Cetus Budianto Ontowiryo salah satu staff Katostropik Purba, di MNC Plaza, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (26/1/2012).

Menurut Budi, banyak hal lain yang perlu di cek kembali, seperti melakukan pencocokan dengan Gunung Padang, Cianjur yang bertujuan untuk menjastifikasi, antara lain ditemukan adanya situs megalitik, kemudian adanya kebudayaan di sana.

"Kalaupun tidak berhasil dibuktikan, tapi setidaknya kita bisa menemukan apapun di Sadahurip. Paling tidak kita bisa menemukan sejarah kebencanaannya. Jelas bahwa batu rahong itu merupakan bukit yang hilang atau terpotong, Pertanyaannya kemana material terpotongnya? Nah, yang kita temukan material potongan-potongan batu rahong itu sama dengan yang ada di atas gunung itu, kok ya bisa pas, jadi silahkan diterjemahkan sendiri," simpulnya.

Budianto yang juga Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial ini menyatakan jika penemuan batu rahong tidak mungkin sebuah kebetulan, karena setiap kebudayaan itu pasti ada suatu maksud untuk membangun suatu tempat.

Diakuinya, Tim yang nanti akan mengeksplorasi gunung Sadahurip adalah arkeolog asli Indonesia. "Kita tidak mau mengajak orang asing, karena ini sejarah kita, bukan sejarah asing," tegasnya.

Ketika disinggung jika pembuktian ini gagal akan membawa dampak buruk bagi pencitraan Presiden SBY, Budi menyatakan justru kepedulian presiden adalah memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk menentukan penelitian dengan berbagai metode.

"kalaupun meleset ya tidak masalah. Tapi kalau itu malah bisa berguna dan bisa dibuktikan secara ilmiah tentu akan bermanfaat," ujarnya.

Pemerintah, ditambahkannya tidak menyediakan tim Katostropik Purba dana. "ini adalah dana swadaya karena staf khusus tidak punya fungsi eksekusi. Biaya penelitian dihimpun dari pihak-pihak yang senang dengan hal-hal seperti itu," tandasnya. (tri)

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement