Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cinta Ditolak, Motif Dibalik Pembacokan Pasutri

Markus Yuwono , Jurnalis-Jum'at, 27 Januari 2012 |20:14 WIB
Cinta Ditolak, Motif Dibalik Pembacokan Pasutri
Ilustrasi (Foto: okezone)
A
A
A

GUNUNGKIDUL- Kasus pembacokan Pasutri Samidi dan Musilah warga Temuireng II, Girisuko, Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta, yang menyebabkan ibu empat anak ini tewas dan Suyadi kritis menemukan titik terang.

Polisi sudah mengantongi nama tersangka yang tidak lain tetangga dekat korban. Diduga motif pembacokan cinta pelaku tidak dibalas.

Menurut Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, Heru Muslimin, hasil investigasi timgab melibatkan sejumlah fungsi kepolisian Satreskrim, Satintelkam dan Kepolisian Sektor Panggang , dugaan mengarah terhadap terduga pelaku tunggal Sd (40) tetangga korban yang kini menghilang setelah aksi pembacokan sadis terjadi.

Dikatakan Heru, menurut keterangan saksi bernama Marini, kepada pihak kepolisian, sebelumnya sekitar 20 hari sebelum kejadian, pelaku diceritakan akan mengajak Musilah untuk merajut cinta. Namun, karena Musilah tak terima ia menceritakan semuanya kepada saksi. Hingga, akhirnya dimungkinkan ada perasaan sakit hati, dan tega menghabisi korban.

"Dua puluh hari sebelum kasus pembacokan ini, terduga sempat ingin mengutarakan cinta kepada korban namun ditolak,"katanya kepada wartawan (27/1/2012). 

Selain itu, lanjut Heru, ada bukti yang mengarah keterduga SD, yakni tali, dan lampu senter yang biasa digunakannya. Menurut keterangan saksi milik pelaku. "Bukti seutas tali yang biasa digunakan terduga untuk mencari rumput, bahkan dibenarkan istri terduga,"imbuhnya.

Pihaknya juga telah mengejar hingga Gunung Girisekar. Pencarian pelaku juga terkendala medan daerah Panggang, yang bergunung-gunung dan banyak ditumbuhi semak-semak. Pihak kepolisian terus memperketat penjagaan baik di RS Nurhidayah, ataupun di Lingkungan sekitar."Memang medannya sulit, karena kondisi geografis yang berbukit dan hutan,"katanya.

Selain itu, SD yang diduga pelaku, memiliki riwayat penyakit stress kambuhan. Hal itu, dijelaskannya, dari keterangan warga sekitar, yang berada di lokasi. Namun, dengan adanya riwayat kesehatan tersebut, menurut penjelasan Heru, Kepolisian tetap menempuh upaya hukum. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Psikiater, terkait hal itu, apabila pelaku dapat ditangkap. "Ya kita tunggu saja, apabila tertangkap, kami akan bekerjasama dengan psikiater,"tandasnya.

Sementara itu, perangkat desa Girisuko, Ismuhadi, juga menjelaskan bahwa kuat dugaan pelaku adalah SD. Ia menjelaskan, dari riwayatnya, SD pernah transmigrasi di luar Jawa. Namun, selama kurang lebih sembilan tahun ia menghilang. "Bahkan, pernah sampai upacara selamatan seribu hari, namun akhirnya kembali lagi," jelasnya

Warga lainnya, Sugirin berharap kepolisian bertindak cepat dalam melakukan upaya penanganan kasus ini dengan agar pelakunya bisa segera dibekuk. Selama ini kondisi secara umum masyarakat Dusun Temuireng II, Girisuko, Panggang dalam keadaan damai. "Semoga polisi menangkap pelaku, agar tidak timbul keresahan dan kecurigaan antar warga,"pintanya

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement