tragedi sukhoi

Dulu SBY Minta DPR Berhemat, Kini Istana Bangun Parkir Rp10,6 M

Ferdinan - Okezone
Sabtu, 28 Januari 2012 09:02 wib
Istana Negara (Dok. Okezone)
Istana Negara (Dok. Okezone)

JAKARTA - Masih ingat dengan proyek gedung baru DPR? Proyek yang taksiran awalnya akan menghabiskan anggaran Rp1,8 triliun mendapat sorotan publik.

Gedung mewah yang konsepnya dibangun 36 lantai akhirnya dibatalkan. Padahal anggaran untuk proyek ini sudah turun hingga harga akhir menjadi Rp777 miliar.

Bukan cuma publik, pengamat ataupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati parlemen, sorotan juga datang dari Istana. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara langsung memberikan tanggapan. 

Dalam jumpa pers di Kantor Presiden, SBY secara khusus meluangkan waktu menanggapi proyek gedung baru DPR yang sudah jadi polemik. Kala itu, dengan tegas Presiden SBY meminta DPR mengkaji ulang pembangunan gedung baru.

"Saya menginstruksikan, setelah dilakukan pengecekan rencana pembangunan gedung dan fasilitas yang tidak memenuhi ketentuan yang dikeluarkan, bahkan dalam bahasa saya tidak memenuhi standar kepatutan, agar ditunda dulu, untuk dilakukan revisi penyesuaian, bahkan barangkali kalau memang tidak sangat diperlukan bisa ditunda dan dibatalkan," kata SBY, Kamis, 7 April 2011.

Dalam pernyataannya, Presiden SBY juga meminta kementerian dan pemerintah daerah berpikir ulang untuk mengajukan proyek yang bakal jadi fasilitas penunjang kegiatan. Presiden juga mengingatkan pejabat negara dan pejabat daerah agar lebih memperhatikan kondisi masyarakat.

"Saya masih melihat gedung dan bangunan yang dibangun, baik di tingkat pusat juga di daerah, bahkan yang mencolok di beberapa daerah termasuk wisma dan rumah jabatan, yang menurut saya, setelah saya lihat langsung itu berlebihan, mewah. Sementara di sekelilingnya kalau di daerah itu prasarana publik justru kurang, apakah air bersih, apakah fasilitas jalan, puskesmas, prasarana pendidikan," imbuh SBY.

SBY saat itu juga menyinggung Instruksi Presiden (Inpres) yang dia keluarkan. Inpres Nomor 7 Tahun 2011 itu berjudul Penghematan Belanja Kementerian/Lembaga tahun Anggaran 2011.

"APBN 2011 tahun berjalan atas instruksi No. 7 Tahun 2011 yang saya keluarkan itu, kita telah melakukan sejumlah penghematan, dan tercatat sekarang ini bisa dihemat dana sebanyak Rp16,8 triliun yang pada gilirannya akan kita bahas bersama DPR untuk pengalihan atau penggunaan yang lebih tepat," jelasnya.

Lalu apa yang terjadi hampir setahun kemudian? Berdasarkan data yang diperoleh Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Sekretariat Negara tercatat punya alokasi anggaran untuk sederet proyek.

FITRA merilis proyek areal parkir di Istana yang anggarannya, Rp 12 miliar. Data ini dibantah. Kepala Biro Tata Usaha dan Humas Kementerian Sekretariat Negara Sugiri kemarin menjelaskan proyek areal parkir hanya menelan Rp10,6 miliar.

Sugiri menjelaskan pembangunan parkir dilingkungan Istana berbeda dengan di DPR, hal itu karena lahan parkir di Istana dibangun di bawah tanah menggunakan konstruksi beton yang terdiri dari lantai dasar dan basement totalnya 3270 m2.

"Selain itu fasilitas bukan hanya untuk parkir tetapi juga musala dan koperasi. Lapangan parkir bisa menampung 1.000 motor, ada taman juga," tuturnya.

Tapi bukan cuma proyek parkir, FITRA juga merilis anggaran renovasi Istana Kepresidenan di Jakarta, Bogor, Cipanas,Yogyakarta, dan Bali. Total anggarannya Rp21,9 miliar.

Peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam menyebut keborosan Istana menunjukan ketidakkonsitenan Presiden SBY dalam pelaksanaan kebijakan penghematan anggaran.

"Jadi sia-sia imbauan SBY soal ajakan hentikan korupsi dan hemat anggaran. Presiden SBY pernah mengeluarkan inpres penghematan APBN 2011, kok di rumahnya sendiri justru melakukan pemborosan anggaran. Ini contoh tidak konsistennya Presiden SBY," kata Roy Salam kepada okezone tadi malam.

(fer)

  • aryadi » 0 Tanggapan
    Apa gunanya bangun parkiran baru, lebih bagus duitnya buat bangun alat transformasi massal, para pejabat disuruh naik transformasi massal, program pemerintah jadi berhasil
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yeah » 0 Tanggapan
    Oohhh sy tw masalhnya...si oknum ingin mengambil hati rakyat...,atw mau bikin parpor tp pemilu bsk sy msh ragu ad pemimpin yg kompeten(di isi muka2 lama)!!tp sy rasa klo dia di posisi pak president...NONsent,is bullshitt...,bg sy wajar saja manusia saling menghujat dan menjatuh kan karena dunia ini panggung sandiwara,tp klo di tunjuk pst ke blingerrr,sy disini bkn apa2..tp sy mau bikin apa2 yg sy bs...!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • luqman rohmatullah » 0 Tanggapan
    ribut kok soal dana terus.dalam pembangunan istana yang menentukan/merancang kan bukan presiden saja,DPR kan juga terlibat. masih rencana saja sudah diributkan.kalau masalah tersebut tidak disetujui mestinya kan dibahas di DPR dulu secara tertutup bukan terus dipublikasikan sehingga membuat bingung rakyat/memancing emosi rakyat/membuat rakyat tidak percaya sama pejabat bahkan DPRnya sendiri. sebagai pengamat politik desa, saya menyimpulkan bahwa masalah-masalah yang muncul dipublik akhir-akhir ini hanya karena kepentingan politik saja(ingin cari nama,sok pahlawan,sok bela rakyat yang akhirnya mencari dukungan,dan yang paling banyak karena tidak kebagian proyek/beda pendapatan bukan beda pendapat). untuk sedulur-sedulurku se-iman,se-bangsa,se-tanah air saya harap tidak terprovokasi dengan berita-berita miring tersebut. bukannya saya bela presiden,tapi memang tidak mudah jadi pemimpin/presiden. paling-paling yang protespun andaikan dijadikan pemimpin juga belum tentu bisa.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • fakhri » 0 Tanggapan
    kalau lah emang pembangunan itu memakan dana yang demikian besarnya, kenapa tidak di jadikan bahan penyelidikan saja dan di beri tindak lanjutnya yang akan menghasilkan sebuah solusi dari permasahan tersebut, apa bila logis ya........ kita harus terima .,,, tapi kalau hanya sekedar renovasi ulang maka salah lah arah dana tersebut, lebih baik unutk meningkatkan pendidikan para pelajar begitu juga yang tidak manpu untuk mendapatkan sebuah pendidikan, karena bangsa ini akan di pimpin para generasi muda di masa depannya, bila rusak para pemuda maka rusaklah bangsi ini
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kartolo » 0 Tanggapan
    namanya juga president tjap gethuk,mumpung jadi penguasa,ya mbang?kirim aje ke malaysial,biar diembat skalian
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.