Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Bus Masuk Jurang

Dekapan Yanti Selamatkan Fathir dari Maut

Iman Herdiana , Jurnalis-Jum'at, 03 Februari 2012 |09:59 WIB
Dekapan Yanti Selamatkan Fathir dari Maut
Garis polisi dipasang di lokasi kecelakaan bus Maju Jaya (Dok: RCTI)
A
A
A

SUMEDANG - Yanti Herawati (20), penumpang bus Maju Jaya yang masuk jurang di Sumedang, Jawa Barat, mengaku bersyukur bisa selamat. Tiga anggota keluarganya yang turut dalam bus maut tersebut juga selamat.

Dalam perjalanan itu, Yanti membawa anaknya Fathir (2) serta Nova (4) dan Yuyun (51). Fathir sejak sore kemarin sudah pulang dari RSUD Sumedang. Begitu juga dengan Nova (4) dan Yuyun (51).

“Mereka kini di rumah neneknya di Sumedang,” ujar Yanti ditemui di ruang perawatan RSUD Sumedang.

Namun warga Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, itu masih harus dirawat. Dia menderita luka serius di kaki kirinya, bahkan harus dioperasi.

Sambil sesekali merintih sakit, Yanti kembali menuturkan musibah yang dialaminya. Dalam bus, dia duduk di kursi paling belakang sambil menggendong Fathir.

Dekapan Yanti ke Fathir semakin erat karena bus melaju kencang setelah berangkat dari Tasikmalaya, Rabu 1 Februari petang lalu. Sesekali ada penumpang yang berteriak meminta sopir menurunkan kecepatan.

Saat bus memasuki tanjakan Cae, Jalan Raya Malangbong-Wado, laju bus semakin tak terkendali. Benar saja bus menabrak truk di depannya. Situasi di dalam bus semakin panik. Doa dan takbir bersahutan diteriakkan penumpang yang panik.

Fathir juga menangis ketakutan, begitu juga Nova yang didekap ibunya, Yuyun. “Saya peluk Fathir supaya terlindungi. Saya lihat truk oleng, ada orang yang teriak rem bus blong, lalu jatuh ke jurang,” katanya.

Saat bus seolah terbang menuju dasar jurang, Yanti berusaha sadar sambil terus berdoa. Bus pun jatuh. Banyak orang yang menjerit kesakitan bercampur dengan suara doa. Yanti juga melihat banyak mayat yang bergeletakan. “Saya berusaha tidak pingsan supaya bisa memeluk Fathir,” ujarnya.

Anaknya kini dititipkan di rumah neneknya di Kecamatan Paseh, Sumedang. Sementara suami Yanti, Yayat (29), sudah tahu musibah tersebut. Menurut kabar dari suaminya, tutur Yanti, setelah mengalami musibah itu Fathir menjadi pendiam dan sering melamun. “Anak saya masih syok,” pungkasnya.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement