tragedi sukhoi

Angie Tersangka, Waspadai Skenario Missing Link

Ferdinan - Okezone
Minggu, 5 Februari 2012 06:08 wib
Anas Urbaningrum (Foto:Okezone)
Anas Urbaningrum (Foto:Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diyakini dapat mengungkap adanya aliran duit suap perkara Wisma Atlet SEA Games yang diduga diterima Anas Urbaningrum. KPK dapat memanfaatkan keterangan Angelina Sondakh yang kini berstatus tersangka.

"Angelina akan menjadi pintu masuk bagi penelusuran kasus ini hingga ke Anas. Jadi, dengan Angie menjadi tersangka kemungkinan besar akan menjadi 'link' untuk mengungkap keterlibatan Anas," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto kepada okezone, Sabtu (4/2/2012) malam.

Namun, Gun Gun menduga kubu Anas akan mencoba "mengamankan" Angie agar keterangannya tidak membidik pengurus partai yang lain. Skenario ini kata dia akan memutus mata rantai keterlibatan (missing link) kasus suap dengan elite Partai Demokrat.

"Bisa jadi Anas akan menempuh mekanisme pertahanan diri dengan 'memproteksi' Angie untuk tidak menyeret Anas ke dalam pusaran masalah. Kemungkinannya, proteksi itu dengan membuat konsensus agar Angie terselamatkan atau jika pun terhukum hanya akan menanggung resiko terendah, atau menghilangkan segala kemungkinan penanda keterhubungan Angie dengan Anas," jelas dia.

Karena itu, Gun-Gun berharap Angie memberikan keterangan dengan benar agar dapat membongkar kasus suap yang menyeret sejumlah pengurus Partai Demokrat.

"Justru Angie harus menjadi pintu masuk membongkar praktik korupsi politik yang sudah pasti tidak mungkin dilakukan satu aktor tunggal. Tapi bagi kepentingan Anas, tentu Angie harus 'diproteksi' karena tidak hanya mengancam posisi Anas sebagai Ketum PD, tetapi juga masa depan Anas," imbuhnya.

Gun Gun menambahkan, kasus suap Wisma Atlet akan menjadi pertaruhan bagi Anas. Anas menurutnya harus membuktikan ketidakterlibatannya dalam perkara suap ini. "Kita akan lihat seberapa meyakinkan langkh hukumnya ke depan terkait dengan kasus-kasus dinyanyikan Nazar. Dia harus menunjukan fakta hukum, bukan lagi membentuk opini di media," pungkasnya.

Anas sendiri telah membantah berulang kali soal tudingan adanya aliran duit yang diterima.  Di sela kunjungan ke Desa Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi, Indramayu, Jawa Barat, Anas mengaku tidak tahu menahu soal aliran duit seperti kesaksian Yulianis, bawahan Nazaruddin di Grup Permai.
 
"Apa itu? Daun pisang kali ya. Saya kira tidak ada itu. Tidak benar," tegas Anas kepada wartawan, Kamis, 26 Januari 2012. Anas malah menyebut akan ada skenario yang ingin menjatuhkan dirinya dalam kasus ini.

“Barangkali ada skenario seperti itu (Anas jadi tersangka). Kalau penegak hukum transparan dan tanpa tekanan, saya sepenuhnya yakin bahwa saya tak terkait dengan kasus Wisma Atlet dan Hambalang. Silakan diproses seobjektif mungkin,” ujarnya seperti dikutip dari wawancara RCTI.

(ful)

  • Udin » 0 Tanggapan
    Kalau jabatan anggie sbg anggota DPR bisa dipakai korupsi, artinya Bosnya di Demokrat akan lebih besar lagi korupnya. Bapak-bapak jangan korbankan Anggie sbg bemper utk Anas dan Malarangeng.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • fathurrozi » 0 Tanggapan
    Nazarudin,Anggie lagi apes ketahuan . . . sekarang Anas, dkk apa apes juga . . . kita tunggu berita selanjutnya . . . Apakah ada proyek mulai dari daerah sampai pusat yang gratis ? Saya sampai saat ini belum percaya ada proyek yang tanpa memberi uang fee pada pembuat kebijakan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ndobleh » 0 Tanggapan
    Kasihan si "anggie", boneka yang jadi tumbal para "pembesar". Akibat terjun ke dunia politik, maka jadi korban politik.... Itulah politik: ilmu mempengaruhi (memanfaatkan) orang lain untuk mencapai tujuan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ihsan » 0 Tanggapan
    secara hierarki sudah jelas, anas tidak hanya pemilik perusahaan yg diberikan proyek tsb, dimana bawahannya sdh divonis bersalah, dia juga ketua partai dimana bendahara dan wakil sekjennya juga sdh dinyatakan bersalah. Staf bawahannya tdk akan bergerak tanpa ada legitimasi dari atasannya kecuali anas merupakan pimpinan yg polos yg tdk tahu menahu kejadian di pihak bawahannya. Dari keterangan beberapa orang saksi jg menyatakan anas terlibat. lalu motif jg ada, salah satunya adalah untuk biaya kampanye pencalonnya sbg ketua umum.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wanto » 0 Tanggapan
    kalo anas tidak terlibat ngapain juga kelabakan beropini,macam orang kebakaran jenggot aja
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.