BANDA ACEH- Muhammad Muzari (20), sopir Avanza yang ditembak polisi di Aceh diketahui merupakan pasien rawat jalan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh. Muzari diketahui baru saja keluar dari perawatan RSJ dan kini masih dalam kondisi rawat jalan.
“Saya sempat kontak orangtuanya, informasi dari orangtuanya anak tersebut masih rawat jalan karena ada gangguan pada kejiwaan,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Moffan MK kepada wartawan, Selasa (7/2/2012) malam.
Kepada Polisi, Muzari mengaku melarikan diri karena takut ditangkap Polisi setelah menabrak Mitsubhisi Lancer di depan café Black Jack kawasan Taman Sari. Alasan dia melarikan diri ialah untuk menghindari mengganti kerusakan mobil orang lain. Muzari juga diketahui tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan tidak membawa STNK.
Moffan mengatakan mobil Avanza bernomor Polisi BL 726 LC digunakan tersangka milik orangtuanya. Mobil itu digunakannya untuk jalan-jalan sore dengan tiga temannya, seorang laki-laki dan dua lainnya perempuan.
Polisi hingga kini belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap Muhammad karena masih dirawat di RSU Zainal Abidin akibat luka tembak dibagian wajah tembus ke leher. Menurut Moffan pihaknya akan melakukan tes kejiwaan dan tes urine setelah kondisi tersangka sudah mulai membaik.
“Kita lihat kondisi kesehatannya dulu,” ujarnya.
Terkait penembakan dilakukan Polisi untuk menghentikan aksi tersangka, Moffan mengaku apa yang dilakukan anggotanya sudah sesuai prosedur karena sudah terpaksa menembak. “Ketika masyarakat yangg ugal-ugalan dan membahayakan, dan ini sudah terbukti membahayakan masyarakat yang lain. Polisi punya kewajiban untuk menghentikan kegiatan yang bersangkutan agar tidak berimbas kepada korban orang lain,” tukas Moffan.
Dia mengatakan anggotanya sudah mengeluarkan tembakan peringatan dan meminta agar Muhammad menghentikan mobilnya, namun tak diindahkan.
“Tembakan peringatan sudah kita lakukan, itupun anggota yang mau menghentikannya ditabrak juga sama yang bersangkutan. Mobil yang di depan anggota juga ditabrak, jadi ini upaya paksa yang harus dilakukan karena kalau dibiarkan akan banyak korban lagi,” kata Moffan.
(ugo)