Ormas di Bali Bentrok, 1 Rumah dan 2 Mobil Dirusak

|

Ilustrasi (foto:Ist)

Ormas di Bali Bentrok, 1 Rumah dan 2 Mobil Dirusak

TABANAN- Dua kelompok dari ormas besar di Bali terlibat bentrok di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Sabtu 11 Februari 2012 malam. Kejadian tersebut mengakibatkan sebuah rumah dan dua mobil dirusak massa.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, bentrok di saat umat Hindu merayakan hari raya Kuningan itu pecah sekira pukul 19.30 Wita. Diduga bentrokan melibatkan anggota ormas Laskar Bali (LB) dan Baladika Bali.

 

Sekira 15 orang yang mengaku dari ormas LB menyerang rumah milik Kadek Suwena di Dusun Peneng, Desa Mekarsari, yang saat itu tengah menggelar pesta. Suwena diketahui merupakan tokoh ormas Baladika dan bos showroom mobil di Jalan Cokroaminoto, Denpasar.

Massa melempari rumah Suwena dengan batu sehingga banyak atap genteng rumah pecah. Kaca depan mobil bernopol DK 754 JI yang diparkir di garasi depan pecah. Tak hanya itu, massa yang beringas menggunakan senjata tajam juga merusak mobil pikup, DK 9957 AJ, yang diparkir di jalan. Kaca depan dan belakang dipecah.

Belasan pelaku kabur setelah petugas polisi datang ke lokasi. Hingga pukul 02.30 Wita, aparat masih berjaga di sekitar rumah korban.

Kapolres Tabanan AKBP Dekananto Eko Purwono turun ke lokasi guna meredam situasi agar tidak sampai berkembang semakin anarkis. "Kami bersama aparat ke lokasi menenangkan warga agar tidak terpancing dengan kejadian ini. Kami belum bisa menyimpulkan mereka dari ormas mana," ujar Kades Mekarsari I I Wayan Jaga saat dihubungi okezone, Minggu (12/2/2012).

Untuk penanganan selanjutnya, kata Jaga, pihaknya menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus perusakan tersebut.

Secara terpisah Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Nyoman Wirajaya mengatakan bentrok dilatarbelakangi ketersinggungan di antara mereka. "Situasi sudah kondusif, namun kami tetap memantau keadaan," imbuhnya.

(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rizal Ramli Dicecar soal Penerbitan SKL BLBI